Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebut digitalisasi berperan penting memperkuat pengembangan ekonomi syariah di daerah, seiring meningkatnya kemudahan akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi digital memungkinkan masyarakat melakukan transaksi secara efisien sekaligus memperluas jangkauan layanan ekonomi.
"Digitalisasi merupakan kebutuhan saat ini. Masyarakat sudah tidak perlu berbelanja dengan membawa uang tunai lagi untuk bertransaksi," ujar Hendrik di Ambon, Kamis (16/4).
Ia mengatakan penguatan ekonomi syariah di Maluku juga didukung potensi pasar yang besar, seiring jumlah masyarakat muslim yang signifikan di wilayah tersebut.
"Kita tahu bahwa di Maluku ini sebenarnya potensi pasar untuk pengembangan ekonomi syariah sangat besar," kata dia.
Menurut dia, integrasi antara ekonomi syariah dan digitalisasi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Ditha Aditya Nugraha mengatakan penguatan ekonomi syariah dan digital diwujudkan melalui peningkatan literasi serta pemanfaatan sistem pembayaran nontunai di masyarakat.
"Bank Indonesia akan terus meningkatkan literasi dan edukasi kepada masyarakat terkait ekonomi syariah, sekaligus memperkuat penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS," ujar dia.
Aditya menyebut kinerja ekonomi Maluku menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,44 persen pada triwulan IV 2025, yang menjadi momentum untuk memperkuat sektor ekonomi unggulan di daerah.
Pewarta: Winda HermanEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026