Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku mengintensifkan pengawasan pangan segar asal tumbuhan (PSAT) di sejumlah pasar tradisional guna menjamin keamanan dan mutu bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Ina Wati Tahir di Ambon, Rabu, mengatakan pengawasan dilakukan secara rutin di sejumlah wilayah, antara lain Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, hingga Seram Bagian Barat.

"Pengawasan PSAT ini kami intensifkan untuk memastikan pangan segar yang beredar di pasar aman dikonsumsi, bebas dari cemaran berbahaya, serta memenuhi standar mutu," ujarnya.

Ia menjelaskan PSAT mencakup sayuran, buah-buahan, dan bahan pangan nabati lain yang rentan terkontaminasi residu pestisida maupun bahan kimia berbahaya jika tidak diawasi dengan baik.

"Jika pengawasan lemah, risiko yang muncul bukan hanya gangguan kesehatan, tetapi juga bisa berdampak pada penurunan daya beli masyarakat karena kekhawatiran terhadap kualitas pangan," katanya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas melakukan pemeriksaan visual, pengambilan sampel, serta edukasi kepada pedagang terkait penanganan pangan yang baik dan benar.

Selain itu, pihaknya juga memantau harga kebutuhan pokok yang berdasarkan data terbaru masih relatif stabil, di antaranya beras medium Rp13.000 per kilogram, beras premium Rp15.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp35.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp45.000 per kilogram.

Sementara itu, harga minyak goreng curah Rp15.000 per liter, minyak goreng kemasan Rp20.000 per liter, dan gula pasir Rp16.000 per kilogram.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus memperluas cakupan pengawasan serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan distribusi pangan di Maluku tetap aman, sehat, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

"Ini adalah komitmen kami untuk melindungi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah," ujarnya.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026