"Kita upayakan beberapa hari ke depan ruas jalan ini dapat dilewati kendaraan roda empat, mengingat ruas jalan ini merupakan jalan penghubung dua negeri sehingga harus segera diperbaiki," katanya di Ambon, Maluku, Ahad.
Menurut dia, perbaikan jalan yang putus akibat longsor pada Sabtu (19/5) dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama warga di kecamatan Letisel.
"Pemkot Ambon mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat yang turut membantu pemasangan bronjong serta penimbunan material di lokasi longsor," ujarnya.
Penanganan tanggap darurat, kata Demmy, dilakukan pihaknya bersama dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial dan dibantu personel Polsek Leitimur Selatan.
"Kita bersyukur paska bencana longsor aparat kepolisian langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan, Kita berharap proses perbaikan jalan juga dibantu aparat kepolisian dan masyarakat setempat," katanya.
Saat ini ruas jalan tersebut masih dilalui kendaraan roda dua, tetapi dipastikan dalam waktu dekat ruas jalan tersebut rampung sehingga akses jalan dari dan ke sejumlah Negeri bisa kembali lancar.
"Kita terus mengimbau masyarakat untuk berhati - hati karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur Kota Ambon," tandasnya.
Ia menambahkan, menyikapi cuaca ekstrem di wilayah pulau Ambon serta dampak yang akan ditimbulkan, maka warga diminta untuk tetap siaga menghadapi bencana.
"Warga yang bermukim di lereng bukit serta bantaran sungai yang rawan banjir diminta untuk siaga mengantisipasi tingginya curah hujan yang akan terjadi beberapa waktu mendatang, serta menghindar dari titik lokasi rawan bencana ke tempat yang aman," katanya.
Pewarta: Penina Fiolana MayautEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026