Ambon (ANTARA) - DPRD Maluku mengimbau warga untuk tidak terprovokasi berbagai isu negatif yang beredar di media sosial setelah bentrokan antarwaga Dusun Ori, Negeri Pelauw dan Negeri Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

"Yang terjadi di sana itu adalah persoalan lahan dan bukan masalah lain," kata Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury di Ambon, Rabu.

Menurut dia, pimpinan DPRD sudah berapat dan melakukan koordinasi dengan pemda serta Kapolda Maluku maupun Pangdam XVI/Pattimura terkait persoalan di Pelauw dan Kariuw.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk bisa membantu masyarakat kembali hidup seperti sediakala dan bagaimana kebutuhan warga yang terdampak bentrokan bisa ditangani secara baik," tandasnya.

Sehingga aparat keamanan baik Polda Maluku bersama Kodam XVI/Pattimura telah mengambil langkah yang terukur untuk melakukan penanganan.

Penjabat Sekda Maluku, Sadli Ie  juga sudah dikoordinasikan dan DPRD mengusulkan karena apa pun juga yang dilakukan tetapi koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani kebutuhan yang mendesak sangat penting.

Gubernur Maluku, Murad Ismail  juga sudah menginstruksikan Penjabat Sekda melakukan koordinasi lintas tokoh agama, demikian juga dengan OPD terkait untuk  mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi kebutuhan masyarakat terdampak.

"Kami berharap sangat kepada seluruh masyarakat supaya semuanya percaya kepada penanganan aparat keamanan dan diimbau tidak terprovokasi berita hoaks di media sosial karena bisa saja berdampak buruk," tandasnya.

"Ciptakanlah suasana damai di antara sesama dan saling membantu satu sama lain, saling jaga karena kita mengetahui betul Maluku ini dilandasi hidup orang basudara (bersaudara), memiliki budaya lokal yang mengeratkan satu dengan lainnya," katanya.

Karena itu, budaya lokal ini harus dipergunakan sebagai perekat menjaga persatuan dan kesatuan serta menjadi filter semua berita hoaks untuk dihindari.

DPRD juga berharap pemulihan kondisi masyarakat di Pelauw dan Kariuw segera dilakukan dan dari situlah diinginkan agar konflik yang terjadi bisa ditangani secara baik.

"Saya berharap teman-teman wartawan bisa menyiarkan perdamaian dan persaudaraan melalui pemberitaan untuk menciptakan masyarakat yang aman, damai, tertib, serta saling menyayangi satu dengan lainnya," ujar Lucky.

Wakil Ketua DPRD Maluku, Asis Sangkala mengatakan, DPRD telah menyampaikan keresahan masyarakat kepada pihak Polda tentang berita hoaks yang beredar, dan polisi juga sudah bergerak cepat memblokir berita-berita di medsos seperti FB atau pun pesan-pesan singkat (WA) yang tidak bertanggungjawab dan menciptakan keresahan.

"Kita juga berharap pemda melalui Dinas Kominfo terus menyiarkan berbagai berita positif agar masyarakat bisa merasa tenang dan tidak mudah terprovokasi atau khawatir," tandasnya.

Polisi juga telah menyampaikan bahwa mereka akan terus bekerja keras untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

Sama halnya dengan Wakil Ketua DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut mengatakan tetap mengharapkan aparat TNI dan Polri melalui Kapolda bersama Pangdam XVI/Pattimura untuk meningkatkan aktivitas keamanan.

Agar bisa memastikan bahwa kenyamanan warga negara bisa dirasakan sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

"Diharapkan lewat koordinasi yang dilakukan ini untuk memastikan peristiwa ini diselesaikan secepat mungkin, baik dari aspek keamanan maupun pemulihan psykologi masyarakat termasuk bantuan-bantuan sosial kepada warga terdampak baik dari pemprov maupun Pemkab Maluku Tengah," ujarnya.
 

Pewarta: Daniel Leonard
Editor : Lexy Sariwating

COPYRIGHT © ANTARA 2026