"Produksi tanaman padi pada tahun 2011 dengan Angka Tetap (Atap) sebesar 87.468 ton Gabah Kering giling (GKG), sedangkan produksi tahun 2010 (Atap 2010) sebesar 83.109 ton GKG," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, Edison Ritonga di Ambon, Senin.
Sehingga produksi padi tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 4.359 ton atau naik 5,24 persen.
Angka Ramalan (Aram) I 2012 sebesar 104.110 Ton mengalami peningkatan sebesar 16.642 Ton atau naik 20,02 persen apabila dibandingkan dengan tahun 2011 (Atap 2011).
Menurut Edison, peningkatan hasil produksi ini didukung dengan luas panen tanaman padi yang meningkat melebihi tahun sebelumnya.
Luas panen tanaman padi tahun 2011 (Atap 2011) sebesar 21.227 Hektar sedangkan pada tahun 2010 (ATAP-10) sebesar 20.233 hektar, luas panen tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 994 Ha atau naik 4,91 persen.
"Ramalan luas panen padi tahun 2012 (Aram I 2012) yaitu sebesar 23.692 Ha mengalami peningkatan sebesar 2.465 Ha atau naik sebesar 11,61 persen apabila dibandingkan dengan tahun 2011 (Atap 2011)," kata Edison.
Terkait dengan menurunnya produksi beras di Kabupaten Buru yang diakibatkan karena peralihan profesi dari petani menjadi pendulang emas, dia menjelaskan, analisa yang dilakukan BPS lebih difokuskan pada awal triwulan tahun 2012.
"Memang untuk akhir triwulan tahun 2011 tersebut, produksi beras agak menurun karena suplay dari Buru berkurang, dan ini merupaka data akhir triwulan 2011 lalu, sedangkan saat ini Aram yang dilakukan terindikasi dari suksesnya program pemerintah yang dicanangkan, sehingga angka tersebut diprediksikan mengalami peningkatan," katanya.
BPS berharap dengan adanya kebijakan program pemerintah di bidang pertanian yang akan direalisasi nantinya, dipastikan produksi beras di Maluku akan meningkat.
Selain didukung dengan luas lahan tanaman padi, nantinya akan dilakukan percetakan sawah baru yang merupakan program pemerintah untuk tahun ini, sehingga diperkirakan hasilnya juga akan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026