Ternate (ANTARA) - Kakanwil Kemenkum Malut Budi Argap Situngkir mengatakan, aksi heroik anggota Paskibra pada salah satu sekolah di Papua Barat Daya yang membantu temannya saat pengibaran Bendera Merah Putih pada peringatan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2025 patut dijadikan teladan bagi generasi muda.

“Ini patut menjadi teladan bagi generasi muda untuk dicontohi,” kata Argap Situngkir di Ternate, Rabu.

Aksi ini sempat direkam dan menjadi viral di media sosia hingga Kementerian Hukum memberikan apresiasi positif kepada mereka.

Video yang viral tersebut memperlihatkan barisan paskibraka yang bertugas dalam upacara. Di barisan terdepan, seorang anak laki-laki yang diketahui bernama Kristo Dimara tampak hampir pingsan. Dengan sigap, kedua rekannya yaitu Afgan Sapulete dan Frans Beto Kolowa menggandeng rekannya agar mampu berdiri menyelesaikan rangkaian upacara.

"Kami mengapresiasi langkah Menkum dalam memberikan beasiswa bagi Paskibraka yang tengah membantu temannya saat pengibaran bendera merah putih. Kami menilai bahwa itu merupakan sikap proaktif dalam membantu teman meski di tengah kegiatan sakral," tandasnya.

Atas aksi heroik tersebut, Menkum juga memberikan akses untuk bergabung ke Kemenkum melalui sekolah kedinasan Politeknik Pengayoman milik Kemenkum.

Seperti diketahui, aksi heroik Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Papua Barat Daya yang terekam saat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) menarik simpati masyarakat, termasuk Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas. Atas kejadian tersebut, Menkum mengapresiasi ke tiga anggota Paskibraka tersebut.

"Saya sudah berkomunikasi melalui video call dengan ketiga siswa didampingi ibu Kesbangpol di Sorong, setelah menyaksikan video (Paskibra) itu saya tersentuh melihat jiwa nasionalis adik-adik tersebut," ujar Menkum, Senin (18/08).

Video yang viral tersebut memperlihatkan barisan paskibraka yang bertugas dalam upacara. Di barisan terdepan, seorang anak laki-laki yang diketahui bernama Kristo Dimara tampak hampir pingsan. Dengan sigap, kedua rekannya yaitu Afgan Sapulete dan Frans Beto Kolowa menggandeng rekannya agar mampu berdiri menyelesaikan rangkaian upacara.

Dari hasil komunikasi Menkum bersama mereka, Menkum mengatakan akan memberikan bantuan sepeda motor kepada Kristo dan kedua temannya. Selain itu, Menkum juga menawarkan beasiswa bagi Kristo di sekolah kedinasan milik Kementerian Hukum (Kemenkum).

"Mereka anak-anak luar biasa, rasa nasionalismenya sungguh menyentuh hati. Teruslah berbangga menjadi Warga Negara Indonesia," lanjutnya.



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026