Ternate (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Utara (Malut) bersama tokoh lintas agama di provinsi itu mengimbau seluruh umat beragama agar tetap tenang, menahan diri serta tidak mudah terprovokasi terkait dinamika politik nasional.
"Jangan sampai pihak-pihak yang ingin memanfaatkan momentum untuk merusak tatanan kehidupan yang rukun dan damai di Malut," Ketua FKUB Maluku Utara Adnan Mahmud di Ternate, Senin bersama tokoh lintas agama.
Menurut Adnan, semangat yang ditanamkan leluhur yakni “Marimoi Ngoni Foturu, Masidika Ngone Foruru” atau bersatu kita teguh menjadi landasan penting dalam menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.
Oleh karena itu, pihaknya bersama tokoh lintas agama se-provinsi Maluku Utara menyampaikan sikap bersama terkait dinamika politik nasional 2025 yang belakangan memanas di sejumlah daerah di Indonesia.
Adnan menyampaikan para tokoh agama di Maluku Utara prihatin sekaligus berduka atas terjadinya aksi anarkis yang menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.
FKUB Maluku Utara menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban aksi anarkisme dan kekerasan di berbagai daerah.
"Aspirasi adalah hak konstitusional warga negara, namun penyampaian aspirasi itu tidak boleh dicederai dengan tindak kekerasan yang bertentangan dengan ajaran agama dan nilai-nilai persaudaraan," tegasnya.
Dalam pernyataannya, FKUB juga menyampaikan harapan kepada para pemimpin bangsa di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif agar lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.
“Komunikasi politik harus mengedepankan kesantunan, serta setiap kebijakan mesti berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, kepada aparat keamanan, para tokoh lintas agama meminta agar langkah-langkah pengamanan dilakukan dengan sabar, bijaksana, serta mengutamakan aspek kemanusiaan. Pendekatan persuasif dinilai lebih efektif untuk meredam ketegangan dibanding penggunaan kekerasan.
Selain itu, FKUB dan tokoh agama se-Maluku Utara mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa memanjatkan doa agar bangsa Indonesia tetap berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
"Doa dan semangat persaudaraan adalah benteng kokoh dalam merawat kemajemukan dan kebhinekaan. Dengan persatuan, kita bisa menjaga kedamaian serta keutuhan bangsa," kata dia.
Pernyataan sikap ini menegaskan komitmen para tokoh lintas agama Maluku Utara untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama serta menolak segala bentuk provokasi dan kekerasan yang mengancam persatuan nasional.
Dalam kesempatan itu, pernyataan yang dikeluarkan FKUB bersama tokoh lintas agama ditandatangani Ketua FKUB Adnan Mahmud, Ketua DMI Malut, Muchsin Saleh Abubakar, Sekum MUI Malut, Makbul AH Din, Sekretaris PW Muhammadiyah Malut, Soleman Saidi, Pdt Willem Sekretaris PGI Wilayah Malut, Yakob Terloit dan Ketua Permabudhi Malut, Gunawan M. Liem.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026