Ternate (ANTARA) - Kanwil Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara (Malut) menyatakan, pendaftaran merek merupakan langkah krusial bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) jika naik kelas.
"Karena dengan mendaftarkan merek usaha, memberikan kepastian hukum, melindungi identitas dagang, serta meningkatkan nilai dan kredibilitas produk di mata konsumen dan mitra bisnis," kata Kakanwil Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir di Ternate, Minggu.
Dia mengatakan bahwa dengan merek terdaftar, UMKM mendapatkan perlindungan dari pemalsuan, meningkatkan daya saing, dan lebih mudah masuk ke pasar yang lebih luas termasuk pengadaan barang/jasa pemerintah.
"Pendaftaran merek bagi UMKM ini sangat penting termasuk bagi mahasiswa yang telah membangun usaha. Karena selain memperoleh pelindungan hukum, juga mendatangkan nilai ekonomi atas sebuah produk," ungkap Argap.
Argap menyampaikan hal itu sebagai tindak lanjut atas audiensi bersama Rektor dan para Dekan Universitas Khairun Ternate di awal pekan. Ia menilai civitas akademika, maupun masyarakat luas yang telah merintis usaha, dapat memiliki kesempatan yang sama untuk naik kelas.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Rian Arvin menyampaikan bahwa pengetahuan mahasiswa tentangnya pentingnya membangun usaha berbasis pelindungan kekayaan intelektual sangat penting.
Untuk itu, ia mendorong adanya transfer pengetahuan antara Kemenkum Malut dengan Unkhair khususnya dalam memberikan pemahaman pelindungan usaha bagi mahasiswa.
Rektor Unkhair, Prof. Abdullah W Djabid menyampaikan antusiasmenya atas informasi pentingnya pelindungan kekayaan intelektual. Guru Besar Ilmu Manajemen SDM Strategik itu mengatakan bahwa Unkhair punya unit kewirausahaan untuk melatih mahasiswa jadi wirausahawan.
"Unkhair akan melibatkan Kemenkum Malut dalam pelatihan kewirausahaan. Mata kuliah kewirausahaan ini penting. Karena bagaimana kita mau membangkitkan usaha seseorang tanpa ada legalitas dan pelindungan kekayaan intelektual seperti merek," ungkap Rektor Abdullah.
Ia berharap kerja sama Kemenkum Malut bersama Unkhair nantinya dapat mendorong lahirnya pengusaha muda lulusan perguruan tinggi dari Malut, yang mampu membangun bisnisnya berbasis sumber daya lokal.
"Apalagi saat ini di tengah perkembangan teknologi informasi dan digital, sangat mudah bagi seseorang dalam memasarkan produk bisnisnya. Ini peluang yang harus diambil lulusan kampus," pungkasnya.
Pewarta: Abdul FatahUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026