Warga binaan Lapas kelas III Banda Naira, Maluku melatih  Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menanam bibit sayur menggunakan metode Mulsa.

"Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan produktivitas warga binaan di lapas kelas III Banda Naira," ujar Kepala Lapas kelas III Banda Naira Hamdani melalui keterangan tertulis, Senin.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kesepakatan kerjasama antara Lapas Kelas III Banda Naira dengan Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Banda yang sudah berlangsung sejak awal 2022.

Lapas Kelas III Banda Naira menyediakan lahan yang akan dijadikan tempat pelatihan agribisnis sedangkan Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Banda memberikan pelatihan agribisnis kepada Warga binaan di lapas tersebut.

"Kali ini kami uji coba penanaman bibit menggunakan metode Mulsa yang baru pertama kali diterapkan di Banda Naira," kata dia.

Mulsa atau penutup tanah merupakan metode yang mampu menekan perkembangan gulma sekaligus dapat mengurangi evaporasi atau penguapan tanah serta menjaga unsur hara dari pencucian, menjaga kelembaban dan struktur tanah.

Mulsa bisa dibedakan menjadi dua yaitu mulsa plastik dan mulsa alami. Pada umumnya mulsa plastik berupa mulsa plastik hitam perak. 

Sedangkan mulsa alami biasanya menggunakan sisa jerami padi, sisa tanaman jagung atau sisa tanaman sebelumnya.

Pada kesempatan itu Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Banda Alwi Arif, memulai kegiatan itu dengan pemasangan plastik mulsa menutupi bedeng.

kemudian dilanjutkan dengan membuat lubang pada mulsa yang menutupi bedeng untuk ditanami bibit, dan terakhir dilakukan penanaman bibit sawi.

“Metode mulsa bukan hal yang baru dalam pertanian, selain membuat tanaman terlihat lebih rapi metode ini juga sangat membantu untuk melindungi tanaman dari penyakit dan juga hama yang sering menyerang tanaman,  juga membantu menjaga kelembapan tanah di saat musim hujan maupun kemarau”, ujar Alwi

Diharapkan kegiatan tersebut dapat membuat warga binaan lebih produktif setiap harinya dengan merawat bibit-bibit sayuran tersebut serta dapat membuat mereka berinovasi setelah bebas dari lapas tersebut.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis

Editor : Ikhwan Wahyudi


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2023