Ambon (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, mengoptimalkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pelatihan kerajinan berbahan kayu sebagai upaya membekali mereka dengan keterampilan produktif dan bernilai ekonomi.
Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono di Seram Barat, Senin mengatakan pelatihan kerajinan kayu menjadi salah satu fokus pembinaan karena dinilai efektif dalam membangun keterampilan teknis sekaligus membentuk karakter warga binaan.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pembinaan kemandirian harus menghasilkan output nyata yang bernilai ekonomi dan membangun mental produktif warga binaan,” kata dia.
Optimalisasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembuatan miniatur kapal berbahan kayu reklamasi atau kayu bekas mebel dan furnitur yang tidak terpakai.
Ia menjelaskan, kerajinan berbahan kayu penting karena melatih ketelitian, kesabaran, kreativitas, serta tanggung jawab dalam setiap tahapan proses produksi. Selain itu, keterampilan tersebut memiliki peluang usaha yang cukup luas di masyarakat, baik dalam bentuk usaha mandiri maupun kelompok.
Proses pembuatan miniatur kapal dilakukan secara bertahap, mulai dari pemilahan bahan baku, pembentukan dan perakitan rangka, hingga pengecatan dan finishing. Seluruh tahapan dikerjakan secara mandiri oleh warga binaan dengan pendampingan intensif petugas pembinaan sehingga menghasilkan karya yang detail dan memiliki nilai estetika.
Ia mengatakan kegiatan ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga sarana pembentukan karakter.
“Melalui pembinaan kerajinan miniatur kapal ini, kami ingin membangun rasa percaya diri dan kedisiplinan warga binaan. Mereka belajar sabar dalam proses, teliti dalam pengerjaan, dan bertanggung jawab terhadap hasil karyanya. Ini menjadi bekal penting saat mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut telah membentuk kelompok kerja kerajinan tangan yang secara konsisten memproduksi miniatur kapal untuk dipasarkan melalui koperasi lapas dan jaringan UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis pembinaan.
Hery juga menegaskan bahwa pemilihan miniatur kapal merepresentasikan kearifan lokal Maluku sebagai daerah kepulauan dengan tradisi maritim yang kuat. Melalui karya tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.
Dengan optimalisasi program pembinaan melalui pelatihan kerajinan berbahan kayu, Lapas Piru terus berupaya menghadirkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya membina, tetapi juga memberdayakan, sehingga warga binaan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, terampil, dan produktif.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lapas Piru Maluku optimalkan pembinaan lewat pelatihan kerajinan kayu
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026