Ambon (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, mengoptimalkan peran RT dan RW dalam memvalidasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran di Kota Ambon.

“Sekarang kita sudah pakai DTSEN. Data ini adalah kerja kolaborasi seluruh pihak untuk memastikan penerima bantuan tepat sasaran. Sumber datanya mulai dari RT dan RW, karena mereka yang lebih tahu masyarakat yang membutuhkan bantuan,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Selasa.

Ia menegaskan, perubahan basis data menjadi DTSEN merupakan kerja kolaborasi seluruh pihak untuk memastikan penerima bantuan benar-benar masyarakat yang membutuhkan. Sumber data tersebut, kata dia, berasal dari tingkat paling bawah, yakni RT dan RW yang dinilai paling mengetahui kondisi riil warganya.

Bodewin juga menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan pemerintah seperti bansos, bantuan langsung tunai (BLT), maupun sembako tidak salah sasaran. Menurutnya, ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan akan menimbulkan ketidakadilan di tengah masyarakat.

“Yang berhak harus dapat, yang tidak berhak jangan sampai dapat. Kalau salah bagi itu tidak adil. Karena itu, pemkot terus melakukan sosialisasi untuk memastikan DTSEN ini akurat di Kota Ambon, supaya tidak salah bagi,” ujarnya menegaskan.

Pemerintah kota juga mendorong kolaborasi antara RT, RW, raja, kepala desa, lurah, camat hingga Dinas Sosial dalam memastikan data yang dihimpun benar, valid, dan akurat. Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya menurunkan angka kemiskinan melalui berbagai program hibah dan bantuan sosial yang tepat sasaran.

Ia mengingatkan, agar tidak ada praktik titipan atau kepentingan pribadi dalam pendataan penerima bantuan.

“Jangan sampai yang terima itu keluarga RT, keluarga RW, orang dekat raja. Tidak boleh. Yang harus dapat adalah mereka yang benar-benar miskin dan membutuhkan,” ucapnya.

Ia juga memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi dan pembaruan data secara berkala agar perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat segera terakomodasi dalam DTSEN. Dengan begitu, warga yang sebelumnya belum terdata tetapi memenuhi kriteria dapat segera dimasukkan sebagai penerima manfaat.

Ia berharap, melalui validasi data yang ketat dan transparan hingga ke tingkat RT/RW, program bantuan sosial benar-benar menjadi instrumen efektif dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Ambon.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026