Ambon (ANTARA) - Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon melaksanakan pengujian kualitas air secara berkala guna memastikan kondisi lingkungan perairan tetap memenuhi baku mutu dan mendukung kesehatan sektor perikanan di kawasan pelabuhan.

Kepala PPN Ambon, Jafar Sahubawa saat dikonfirmasi di Ambon, Sabtu mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan sekaligus menjamin aktivitas perikanan berjalan aman dan produktif.

“Pengujian kualitas air yang dilakukan secara rutin ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan lingkungan pelabuhan tetap sehat dan mendukung keberlanjutan usaha perikanan. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan pengelolaan ke depan,” ujar dia.

Ia menjelaskan, pengujian dilakukan setiap tiga bulan bekerja sama dengan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Ambon, mencakup kolam pelabuhan dan saluran limbah drainase.

Dalam pelaksanaannya, tim teknis melakukan sejumlah langkah konkret, antara lain pengambilan sampel air di beberapa titik representatif menggunakan metode grab sampling, yakni pengambilan langsung pada waktu dan lokasi tertentu untuk menggambarkan kondisi aktual.

Selanjutnya, sampel dianalisis di laboratorium menggunakan metode standar lingkungan, seperti pengukuran parameter fisika, kimia, dan biologi. Parameter yang diuji meliputi suhu, tingkat keasaman (pH), kadar oksigen terlarut (DO), kebutuhan oksigen biologis (BOD), kebutuhan oksigen kimia (COD), serta kandungan logam berat dan bakteri.

Pengambilan sampel kualitas air dan air kolam di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon (ANTARA/Dedy Azis)

“Pengujian ini mengacu pada standar baku mutu air laut dan limbah yang ditetapkan pemerintah, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” katanya.

Hasil pengujian tersebut kemudian diinput ke dalam Sistem Pelaporan Ragam Informasi Lingkungan Pelabuhan Perikanan (Selaraskan) sebagai basis data pemantauan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Menurut dia, data tersebut juga digunakan untuk menyusun rekomendasi pengelolaan lingkungan, termasuk langkah mitigasi jika ditemukan indikasi pencemaran di kawasan pelabuhan.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PPN Ambon dalam mendukung program Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat (PBUS) Tahun 2026, melalui peningkatan kualitas lingkungan yang bersih, aman, dan layak bagi seluruh pengguna jasa.

“Melalui pengujian berkala ini, kami ingin memastikan pelabuhan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga tetap ramah lingkungan dan sejalan dengan prinsip ekonomi biru,” ujarnya.

PPN Ambon juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola lingkungan pelabuhan secara berkelanjutan guna mendukung daya saing sektor kelautan dan perikanan di Maluku.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026