Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya membahas peluang kolaborasi dalam upaya monetisasi karya-karya kreatif lokal bersama perwakilan Perkumpulan Alumni Amerika Serikat.

Saat menerima audiensi perwakilan Perkumpulan Alumni Amerika Serikat (ALUMNAS) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (11/5), ia menyampaikan bahwa pemerintah berusaha membantu para pelaku usaha kreatif agar mampu berkembang, berdaya, dan mandiri.

"Banyak anak muda Indonesia yang sudah melahirkan IP-IP kreatif. Tantangannya sekarang bagaimana IP tersebut bisa dimonetisasi dan berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang berkelanjutan," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian pada Selasa.

Dia mengemukakan perlunya kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperluas akses pasar, dan mengembangkan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) dalam upaya monetisasi karya-karya kreatif lokal. 

Menurut dia, subsektor usaha seperti film, desain, penerbitan, animasi, dan suvenir dapat saling dihubungkan untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas jangkauan pasar karya kreatif lokal.

"Delapan Asta Ekraf membuka banyak ruang kolaborasi. Tinggal dipetakan sektor mana yang paling potensial untuk dikembangkan bersama," katanya.

 

Ketua Umum ALUMNAS Jimmy Gani menyampaikan bahwa ALUMNAS ingin berkontribusi dalam upaya peningkatan usaha ekonomi kreatif nasional.

Jimmy mengemukakan, sebagian UMKM masih membutuhkan dukungan berupa fasilitasi kurasi, pendampingan, dan pembiayaan untuk mengembangkan usaha.​​​​​​​

Sebagai organisasi yang mewadahi beragam profesi, ia mengatakan, ​​​​​​​ALUMNAS siap mendukung pelaksanaan program pendampingan pelaku usaha, penyelenggaraan forum bisnis, dan pengembangan talenta muda dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif nasional.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri Ekraf bahas kolaborasi dalam monetisasi karya kreatif lokal

Pewarta: Fitra Ashari
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026