Minggu, 22 Oktober 2017

Maluku Targetkan Kenaikan Pendapatan Daerah

id Maluku
Ambon, 10/10 (Antara Maluku) - Pemprov Maluku menargetkan kenaikan pendapatan daerah yang direncanakan dalam kebijakan umum dan plafon anggaran sementara perubahan APBD 2017 menjadi Rp3,12 triliun dari perkiraan pendapatan APBD murni sebesar Rp2,86 triliun.

"Itu berarti terjadi kenaikan sebesar Rp259 miliar lebih atau sekitar 9,06 persen," kata Gubernur Maluku, Said Assagaff di Ambon, Selasa.

KPUA dan PPAS pemprov ini juga telah disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Maluku.

Untuk kenaikan komponen pendapatan diperoleh dari dana perimbangan, dimana pada KUA PPAS 2017 yang semula diperkirakan sebesar RpRp2,33 triliun, namun dalam kebijakan umum perubahan anggaran (KUPA) PPAS perubahan naik menjadi Rp2,43 triliun.

Kemudian untuk PAD naik menjadi Rp669,21 miliar pada kebijakan umum serta prioritas dan plafon anggaran sementara perubahan APBD 2017 dari target sebelumnya sebesar Rp519,29 miliar.

Menurut gubernur, untuk lain-lain pendapatan yang sah mengalami kenaikan sebesar Rp8,03 miliar (103,90 persen) dari target sebelumnya dalam APBD murni tahun anggaran 2017.

Sedangkan pada bagian belanja yang direncanakan naik menjadi Rp3,15 triliun dan lebih tinggi dibandingkan rencna semula sebesar Rp2,88 miliar.

Dalam KUPA PPAS 2017, kata gubernur, untuk kelompok belanja tidak langsung diperkirakan mengalami perubahan dari rencana semula sebesar Rp1,61 triliun menjadi Rp1,62 triliun.

"Belanja langsung telah direncanakan mengalami kenaikan menjadi Rp1,52 triliun atau lebih tinggi dari rencana semula sebesar Rp1,26 triliun," ujar gubernur.

Sesuai gambaran perubahan pendapatan daerah dalam KUA PPAS perubahan 2017 sebesar Rp3,12 triliun, bila dibandingkan dengan perubahan belanja daerah sebesar Rp3,14 triliun maka terjadi peningkatan defisit anggaran dari Rp17,26 niliar menjadi Rp26,03 miliar.

Sementara kebijakan pembiayaan dalam KUPA dan PPAS perubahan APBD 2017 terjadi peningkatan pada pos penerimaan pembiayaan daerah dari Rp20 miliar yang direncakanan pada APBD murni menjadi Rp28,76 miliar pada KUPA dan PPAS.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga