Ambon (Antara Maluku) - Sebanyak 19 unit kapal feri yang berlayar melintasi 12 jalur penyeberangan di Maluku masih beroperasi.

"Selain 19 unit kapal feri itu, Provinsi Maluku juga dalam pengembangan transportasi laut pada 2013 ini telah mendapat bantuan lima unit kapal feri dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan yang akan melayani pelabuhan penyeberangan di Maluku dan Papua," kata Kabid Penyeberangan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku A Marasabessy di Ambon, Selasa.

Dua di antaranya, masing-masing KMP Bobot Masiwang dan KMP Tanjung Rabat dengan daya angkut masing - masing 500 GT,  menurut dia, sudah sudah tiba di Ambon dan tiga lainnya masih dalam perjalanan, yakni KMP Tatihu dengan daya angkut 750 GT, KMP Sardinela (750 GT) dan KMP Wayangan (750 GT).

Dari 19 kapal feri yang sedang beroperasi dan melintasi penyeberangan pada lintasan I sampai VI melibatkan  11 unit kapal feri yang dikelola Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Ambon dan beroperasi setiap hari.

"Lintasan I yakni pelabuhan Desa Galala - Poka, perairan Teluk Dalam Ambon (Pulau Ambon), dilayani KMP  Gabus, KMP Tenggiri dan KMP Teluk Ambon, Lintasan II jalur penyeberangan pelabuhan Galala - Namlea, Kabupaten Buru, KMP Temi dan KMP Inelika," ujarnya.

Sedangkan lintasan III, lanjutnya, pelabuhan Hunimua, Desa Liang, Kecamatan Salahutu,Kabupaten Maluku Tengah (Malteng)di Pulau Ambon, menuju pelabuhan Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Barat (SBT) dilayani oleh tiga unit kapal yakni KMP Terubuk, KMP Tangjung Koako, dan KMP Danau Rana.

Lintasan IV yakni dari pelabuhan Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu (Malteng) menuju pelabuhan Haruku - Saparua - Wailei dilayani KMP Layur, setiap hari beroperasi, kecuali hari Selasa dan Jumat dan lintasan V dilayani KMP Samandar dengan melintasi pelabuhan Tulehu - Saparua - Nalahia - Amahai setiap hari Selasa, selanjutnya di perbantukan di pelabuhan Hunimua - Waipirit.

Sedangkan lintasan VI lintasan pelayaran dari pelabuhan Desa Galala - Ambalau - Wamsisi - Namrole - Leksula,Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dilayani KMP Kerapu II dan KMP Bada leon yang dilakukan empat hari sekali pelayaran.

Enam lintasan lainnya dikelola oleh PD. Panca Karya dan juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di daerah masing - masing.

"Lintasan VII yakni mulai dari pelabuhan Dobo - Benjina - Taberfane -  dan Dobo - Jerol,Kabupaten Aru,  dilayani oleh KMP lobster, lintasan VIII meliputi pelabuhan penyeberangan dari pelabuhan Tual - Larat dilayani oleh KMP Kormomolin dan Tual - Toyando - Kur oleh KMP Tanjung Madlahar, kedua lintasan ini sekali dalam seminggu," katanya.

Kemudian Lintasan IX, lanjutnya, meliputi pelabuhan Larat - Saumlaki - Tepa, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), kemudian dari pelabuhan Saumlaki - Adaut - Seira - Wunlah - Larat dilayani oleh KMP Egron seminggu sekali berlayar.

Llintasan X hanya dilayani oleh KMP Bukit Masbait dengan rute pelayaran pelabuhan Langgur - Elat, langgur - Holat dan Langgur - Weduar,dilakukan seminggu satu kali.

Lintasan XI meliputi pelabuhan Kisar - Ihwaki - Leti - Moa dan Lakor,Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dilayani oleh KMP Marsela dan lintasan XII pelabuhan Teluk gurita - Ilwaki - Kisar, juga di Kabupaten MBD, pelayarannya dilakukan seminggu sekali.


: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026