"Saat ini AKI di Ambon mencapai 27,8 per 100.000 Kelahiran Hidup. Tahun ini kami upayakan target 102 orang ibu per 100.000 kelahiran hidup harus tercapai," kata Kepala Seksi (Kasie) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Sintje Corputty di Ambon, Kamis.
Ia mengatakan untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang terjangkau di rumah sakit (RS), puskesmas, puskesmas pembantu (Pustu), puskemas keliling (Pusling) dan klinik bersalin yang ada di Kota Ambon.
"Saat ini pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih sudah mencapai 87,8 persen, target kami tahun 2015 harus mencapai 90 persen," katanya.
Menurut Sintje, 27 persen penyebab kematian ibu saat melahirkan disebabkan oleh perdarahan, 23 persen oleh eklamsia, dan 11 persen oleh infeksi saat persalinan.
Penyebab lainnya adalah abortus, portus macet atau lama, emboli obstetrik, dan trauma obstetrik sebanyak 20 persen. Delapan persen lainnya diakibatkan oleh komplikasi puerperium.
"Penyebab kematian ibu melahirkan kebanyakan terjadi saat proses persalinan berlangsung, oleh karenanya prosesnya harus ditangani secara profesional oleh dokter maupun bidan yang berkompeten, jangan menggunakan tenaga dukun beranak," ucapnya.
Guna menghindari resiko kematian saat persalinan, dan menurunkan AKI di Ambon, Sintje mengimbau agar para ibu hamil rutin memeriksakan kandungannya di rumah sakit (RS) maupun puskemas terdekat.
"Selama masa kehamilan, minimal harus empat kali memeriksakan kandungan ke layanan-layanan kesehatan yang ada karena 17 persen ibu hamil di Kota Ambon beresiko tinggi terhadap kematian, 11,8 persen dikarenakan masalah kekurangan energi," ucapnya.
Pewarta: Shariva Alaidrus: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026