Ambon (Antara Maluku) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) Kota Ambon melakukan penandatanganan kontrak kinerja program kependudukan dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) lima kecamatan.

Kontrak kerja dilakukan guna mencapai target pengelolaan program kependudukan dan keluarga berencana tahun 2015 di lima kecamatan di Kota Ambon, kata Kepala BKKBD Marthen Kailuhu, di Ambon, Rabu.

Menurut dia, evaluasi hasil kerja dan capaian Kontrak Kinerja Program (KKP) tahun 2014 akan menjadi dasar untuk menetapkan kebijakan, strategi serta akselarasi kependudukan dan keluarga berencana tahun 2015.

"Seluruh indikator kontrak kinerja program tahun 2014 telah dilaksanakan dengan baik dan hasilnya cukup menggembirakan, yakni capaian kinerja rata-rata melebihi dari target KKP yang ditetapkan," katanya.

Hal tersebut lanjut Marthen terlihat dari capaian kepesertaan KB baru sebesar 9,247 peserta, dari sasaran 6,456 PB atau 143,23 persen.

Dan peserta KB aktif yang terbina mencapai 34,130 peserta dari PPM 21,489 atau 158,82 persen.

"Kita juga telah berhasil memberikan pelayanan KB baru kepada PUS keluarga prasejahtera yang biasa dikenal dengen keluarga miskin, serta membina peserta KB aktif keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera satu sebanyak 3,043 peserta," ujarnya.

Marthen menjelaskan, langkah strategis yang akan digunakan dalam pelaksanaan program kependudukan dan KB tahun 2015 yakni menurunkan angka unmetneed, dengan mengarahkan minat calon peserta KB baru dan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Upaya lainnya meningkatkan kualitas pelayanan dengan menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan, agar pelayanan KB dapat dimanfaatkan melalui jaminan kesehatan nasional BPJS.

Ia mengakui, penggarapan KB dengan sasaran pasangan usia subur yang ada di daerah pemukiman miskin melibatkan mitra kerja Dinkes, TNI/Polri, TP PKK, IDI, IBI , tokoh agama, masyarakat dan stakeholder lainnya.

Selain itu pihaknya juga berupaya menjaga kesertaan ber KB dengan mendorong pelaksanaan peran dan fungsi institusi masyarakat pedesaan, serta Posyandu yang telah lama menjadi pusat pelayanan terdekat di masyarakat.

Ditambahkannya, penyiapan generasi muda yang berkualitas melalui program generasi berencana (Genre) juga terus dimantapkan, serta mengaktifkan Tim Keluarga Berencana Keliling (TKBK) yang melibatkan seluruh kader dan stakeholder.

"Kami juga ingin menyampaikan bahwa pendataan keluarga yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, untuk kota Ambon sebagian besar telah dilaksanakan," kata Marthen Kailuhu.

Pewarta: Penina Mayaut
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026