"Kemenhub telah member sinyal kepada pihak ketiga sebagai penyedia anggaran untuk mengelola dermaga tersebut, dan besaran anggaran yang disiapkan tak tanggung-tanggung. Tetapi karena besaran anggaran yang ditentukan oleh kementerian itu sering berubah, maka pihak ketiga tidak menyanggupinya," kata Kabid Perhubungan Laut Dishubkominfo Kota Ternate, Aba Faruk Albaar di Ternate, Jumat.
Menurut dia, besaran anggaran yang ditentukan itu semula sebesar Rp50 miliar, namun belakangan dinaikkan menjadi Rp2 triliun sehingga pihak ketiga menyatakan tidak sanggup.
Aba Faruk menjelaskan, anggaran itu dinaikkan lantaran kementerian mengira pelabuhan yang akan dikelola sudah bertaraf nasional maupun internasional.
"Karena pihak ketiga tidak sanggup, Kemenhub pun meminta pelabuhan itu dikelola oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo). Kami telah menerbitkan surat untuk pengelolaannya," katanya.
Dermaga Semut yang dibangun menggunakan APBN diperuntukkan menampung speadboat Gamalama-Sidangoli, Kota Baru-Sofifi dan Bastiong-Rum, sehingga dapat menambah PAD Kota Ternate.
Aba Faruk enggan mengelaborasi soal berapa besar dana APBN yang telah habis terpakai dalam proyek pembangunan itu.
"Saya belum tahu, tapi itu pakai APBN, kita dari Pemerintah hanya menyediakan lahan dan itu sudah kita hibah," katanya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.