Berita Terkait
Ambon (Antara Maluku) - Kampanye akbar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Herman Koedoebun-Daud Sangadji (Mandat), pada 7 Juni 2013.akan mengadirkan juru kampanye Ketua DPP PDIP Megawati Soekarno Putri dan Jokowi atau Joko Widodo yang adalah Gubernur DKI Jakarta,

"Menggalang massa pada kampanye terakhir pasangan Mandat, kami akan menghadirkan Ketua DPP PDIP Megawati Soekarno Putri dan Jokowi sebagai jurkam," kata Ketua Tim Pemenangan Mandat, Karel Albert Ralahalu, di Ambon, Senin.

Menurut dia, fungsionaris, kader dan simpatisan bertekad memenangkan pasangan calon yang diusung PDIP itu dalam satu putaran.

"Mengingat PDIP Maluku sebagai partai pengusung, maka kami siap mengawal dan memenangkan pasangan Mandat menuju Maluku satu," katanya.

Karel mengatakan, pasangan Mandat mengutamakan kampanye dialogis untuk menjaring aspirasi masyarakat.

"Kampanye dialogis dilakukan agar pasangan calon bisa menggali masalah yang diinginkan masyarakat untuk Maluku ke depan," katanya.

Diakuinya, kemenangan yang dicapai PDIP pada pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah, menjadi motivasi bagi kader bekerja keras memenangkan Madat di Maluku.

Pilkada beberapa daerah, lanjutnya, menjadi contoh pesta demokrasi yang berkualitas, karena itu elit politik dan kandidat gubernur dan wakil gubernur harus berkomitmen mewujudkan pesta demokrasi, Pilkada Maluku yang berkualitas.

"Kader dan fungsionaris PDIP diminta bekerja keras menggalang kekuatan pada pemilihan mendatang, kita harus belajar dari Pilkada Jateng yang memenangkan pasangan Ganjar dan Heru," ujarnya.

Ia menjelaskan, strategi kemenangan pasangan tersebut terus dimantapkan tim sukses di tingkat ranting, cabang hingga DPD dan DPP.

"Seluruh kader akan berjuang dengan melakukan pemantapan dan usaha untuk memenangkan pasangan Mandat, kami ingin apa yang telah dicapai di Jakarta, maupun Jawa Tengah akan terulang di Maluku seperti lima dan 10 tahun yang lalu," ujar Karel.

Ditambahkannya, para kader juga diharapkan memberikan pendidikan politik yang baik, santun dan elegan kepada masyarakat guna mewujudkan impian dan harapan meningkatkan kualitas demokrasi.

"Kita harus belajar agar pelaksanaan pesta demokrasi berkualitas, tidak menimbulkan kekacauan bahkan kampanye hitam yang akan mengganggu pelaksanaan demokrasi," kata Karel Ralahalu.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar