Ambon (ANTARA) - Pesilat Kota Ambon, Eka Polpoke dan Arwin Ibrahim, berhasil mengamankan medali perunggu untuk kontingen Maluku pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, dua Pesilat Maluku, asal Kota Ambon, ciptakan sejarah tembus semifinal PON Beladiri Kudus,” kata Manajer Tim Pencak Silat Maluku Hendra Abubakar di Kudus, Minggu.
Arwin Ibrahim yang turun di kelas C putra sukses menyingkirkan pesilat asal Kepulauan Riau (Kepri) dalam laga delapan besar dengan skor akhir 33–27.
Pertarungan berlangsung sengit sejak ronde pertama. Arwin tampil agresif dan unggul tipis 11–9. Memasuki ronde kedua, intensitas meningkat, kedua pesilat saling jual beli serangan, namun Arwin tetap mempertahankan keunggulan dengan skor 23–22.
Pada ronde ketiga, pesilat Maluku itu tampil lebih taktis dan memperlebar jarak hingga akhirnya mengunci kemenangan 33–27.
Dengan hasil ini, Arwin berhak melaju ke babak semifinal dan akan menunggu pemenang antara pesilat Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Sementara itu, dari sektor putri, Eka Polpoke yang juga bertarung di kelas C berhasil menjaga asa menuju final setelah mengalahkan pesilat andalan Aceh, Humairah, dengan skor meyakinkan 12–7 dalam tiga ronde.
Bertarung dengan penuh kehati-hatian, Eka tampil disiplin dan cermat. Ia memilih strategi praktis dengan mengandalkan tepisan dan hanya melancarkan serangan saat ada peluang terbuka. Serangannya yang efisien dan tepat sasaran membuat lawannya kesulitan menembus pertahanan.
Kemenangan Eka ditutup dengan teknik guntingan masuk yang menjatuhkan Humairah tepat saat gong akhir pertandingan berbunyi. Hasil ini memastikan satu tempat bagi Eka di babak semifinal dan turut mempersembahkan medali perunggu bagi Maluku.
Dengan capaian ini, kontingen Maluku membuka perolehan medali dari cabang pencak silat dan terus menjaga peluang meraih emas di PON Bela Diri 2025.
