Selasa, 24 Oktober 2017

DPRD Ambon Dukung Regulasi Ekonomi Kreatif

id DPRD, Ambon
Ambon, 18/3 (Antara Maluku) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon mendukung regulasi peraturan daerah (Perda) tentang ekonomi kreatif sebagai upaya mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua komisi I DPRD Kota Ambon Zeth Pormes di Ambon, Sabtu, dan pihaknya mendukung regulasi tentang ekonomi kreatif guna dibahas dalam proses penyusunan program legislasi daerah (proledga).

"Pembahasan terkait ekraf akan kami usulkan untuk segera dibahas di masa sidang ke dua, sehingga diharapkan diakhir tahun 2017 kami dapat menghasilkan sebuah regulasi," katanya

Ia mengatakan, mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia merupakan Langkah awal bagi pekerja seni, karena itu DPRD bersama Pemkot Ambon perlu menyiapkan Perda yang dapat mengakomodir dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

"Penyiapan perda kita akan melibatkan pekerja seni, pihak keamanan, pelaku usaha, dan stakeholder terkait karya seni, sehingga kedapan karya yang dihasilkan mendapat apresiasi yang layak," ujarnya.

Menurut Zeth, regulasi tersebut akan mengakomodir seluruh hak dan kewajiban pekerja seni di kota Ambon yakni perlindungan musisi terkait standar harga dalam melakukan aktifitas.

"Kami berupaya agar seluruh pembahasan regulasi dapat diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga seluruh aktifitas pekerja seni kedepan mendapat perlindungan," tandasnya.

Setelah melakukan deklarasi Ambon menuju kota musik dunia pada 28 Oktober 2016 oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dilakukan berbagai program untuk menunjang Ambon sebagai kota musik dunia.

Deklarasi ini diharapkan akan menjadi embrio bagi kota Ambon sekaligus langkah pernyataan bahwa Ambon memiliki potensi untuk mengembangkan industri musik.

"Potensi yang dimiliki harus ditindaklanjuti dengan komitmen berbagai pihak, yakni bukan hanya pemerintah daerah tetapi seluruh stakeholder terutama pelaku seni untuk mewujudkan upaya tersebut," katanya.

Ia menambahkan, pencanangan Ambon sebagai kota musik saat ini belum ditindaklanjuti dengan fasilitas penunjang, tetapi melalui kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pelaku seni,

Berbagai upaya tersebut menjadi rangsangan para pekerja seni serta masyarakat untuk bekerja keras mewujudkan karya sehingga dapat dihargai secara maksimal.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga