Andreas Patty Manfaatkan KUR Kembangkan Kios.

Andreas Patty Manfaatkan KUR Kembangkan Kios.

Andreas Patty dan kiosnya di kawasan Desa Passo, Baguala, Kota Ambon, Maluku (Rofinus E. Kumpul)

Andreas Patty (37) mungkin hanya seorang pria biasa yang membuka kios sebagai mata pencaharian. Tetapi kisah sukses usahanya bisa dijadikan contoh bagi siapa saja yang mau mengikuti jejaknya.

Usaha pria yang biasa disapa Andre ini awalnya kecil saja. Modalnya pun hanya Rp10 juta.

Namun setelah mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon, usaha kiosnya pun mengalami peningkatan.

"Saya mendapat pencairan dana KUR sebesar Rp25 juta dari BRI Cabang Ambon untuk
menambah modal usaha," kata warga Desa Passo, Kecamatan Baguala
Kota Ambon itu.

Ia menuturkan usaha membuka kios ditekuninya sejak 10 tahun lalu,
tepatnya pada 2007. Modal Rp10 juta tidak bisa memasok barang dalam jumlah yang banyak, sehingga pendapatannya pun sedikit.

Setelah mendapat dana KUR dari BRI, barulah usahanya mulai berkembang.

"Di pondok saya sudah mulai ada penambahan jumlah barang dan jenisnya bermacam-macam. Pembeli merasa senang karena berbagai kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dan harganya juga terjangkau," kata Andre.

Kunjungan BRI

Baru-baru ini, kios Andre dikunjungi Pimpinan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Ambon, Tito Witarnawan dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Bambang Hermanto.

Kunjungan itu juga diikuti sejumlah wartawan peserta Journalist
Class 2017 yang diselenggarakan OJK Maluku.

Dalam perbincangan di kiosnya, Andre menjelaskan bahwa dirinya sebelum mengelola dana KUR tidak bisa memasok barang dalam jumlah banyak.

Misalnya untuk rokok hanya beli dalam hitungan bungkus, tetapi sekarang sudah bisa beli dalam bentuk bal. Begitu juga untuk minuman ale-ale hanya bisa beli 3-5 karton tetapi sekarang sudah bisa beli 15-20 karton. Permen (gula-gula) pun bisa dibeli dalam kemasan karton yang banyak isinya.

"Dana KUR sangat membantu usaha kecil seperti yang saya lakukan saat ini," ujarnya.

Andre mengungkapkan, pendapatannya sebelum mengelola dana KUR rata-rata Rp2,5 juta per bulan. Setelah ada KUR, pendapatan pun mencapai Rp3,5 juta.

Menurut dia, dana KUR Rp25 juta dikenakan bunga 9 persen per tahun dengan angsuran Rp1.150.000/ bulan dan jangka waktu angsuran dua tahun.

Sementara itu, Tito Witarnawan mengatakan pihaknya setiap bulan melakukan monitoring terhadap nasabah yang dibina termasuk Andre, dan terus membangun komunikasi melalui telepon seluler.

Hal itu dilakukan untuk menjaga hubungan baik dengan para nasabah.

"Kita mempunyai pola monitoring setiap bulan dua kali. Kita datang ngobrol dan mengetahui kondisi usahanya seperti apa, terutama pembayaran angsuran. Pak Andre sangat respek sekali dan mempunyai keinginan ke depan terus berkembang," kata Tito.

Menurut dia, dana KUR yang dikucurkan bunganya murah sesuai dengan program Presiden Joko Widodo untuk kesejahteraan rakyat. Apalagi jaringan BRI sangat luas dan targetnya besar, sehingga sekuat tenaga menyalurkan KUR untuk mengembangkan ekonomi produktif masyarakat.

"Total penyaluran KUR untuk Maluku sampai saat ini sebesar Rp300 miliar. Selain KUR ada juga dana kredit yang lain, totalnya sebesar Rp4 triliun," ungkap Tito.