Kamis, 19 Oktober 2017

Warga Sesalkan Pembukaan WIFT di Babang

id WIFT, Babang
Lomba mancing internasional itu, dilaksanakan di perairan Pulau Widi, yang merupakan bagian wilayah Kecamatan Gane Timur, tetapi mengapa tempat untuk acara pembukaannya di Babang
Ternate, 12/10 (Antara Maluku) - Warga Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Hamahera Selatan, Maluku Utara (Malut) menyesalkan kebijakan pemerintah daerah setempat, yang menetapkan Babang sebagai tempat pelaksanaan pembukaan lomba mancing internasional atau Widi International Fishing Tournament (WIFT).

"Lomba mancing internasional itu, dilaksanakan di perairan Pulau Widi, yang merupakan bagian wilayah Kecamatan Gane Timur, tetapi mengapa tempat untuk acara pembukaannya di Babang, yang lokasinya sangat jauh dari Gane Timur," kata salah seorang warga Gane Timur, Asrul di Ternate, Kamis.

Masyarakat Gane Timur dipastikan akan kesulitan untuk menyaksikan acara pembukaan lomba mancing internasional yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo itu, karena dari Gane Timur ke Babang membutuhkan biaya transportasi ratusan ribu rupiah, selain itu transportasi laut ke Babang sangat terbatas.

Menurut dia, WIFT yang akan berlangsung tanggal 25-29 Oktober 2017 itu, seharusnya tempat acara pembukaannya di Pulau Widi atau lokasi lainnya di wilayah Gane Timur, begitu pula untuk seluruh kegiatan lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan WIFT agar bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat setempat.

Salah satu dampak yang diharapkan dari penyelenggaraan kegiatan wisata, seperti WIFT itu adalah memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat, tetapi untuk penyelenggaraan WIFT dampak seperti itu tidak akan dirasakan masyarakat, karena hampir seluruh rangkaian kegiatannya dilaksanakan di daerah lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Malut, Buyung Rajilun mengatakan, acara pembukaan WIFT dilaksanakan di Babang, karena pertimbangan ketersediaan infrastruktur penunjang, termasuk akses bagi para peserta dan tamu yang akan menghadiri kegiatan itu.

Di Gane Timur infrastruktur listrik masih terbatas, begitu pula akses transportasi kesana belum memadai, terutama melalui transportasi darat, selain itu akomodasi berupa hotel atau penginapan belum ada.

Oleh karena itu, Buyung Rajilun mengimbau masyarakat di Gate Timur untuk tidak mempermasalahkan tempat pelaksanaan acara pembukaan WIFT karena pada akhirnya nanti masyarakat Gane Timur yang akan menikmati dampak dari pengembangan objek wisata Pulau Widi.

WIFT yang memperebutkan Piala Presiden RI itu, akan diikuti sedikitnya 300 pemancing profesional, yang tergabung dalam 51 club mancing, 13 club mancing di antaranya dari mancanegara, seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Jepang dan Singapura.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga