Ternate (ANTARA) - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, melaporkan pada Selasa (25/3) malam sekitar pukul 20.37 WIT gunung itu erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 600 meter disertai lava pijar.
"Iya, erupsi itu disertai dengan semburan lava pijar setinggi 100 meter," kata petugas Pos PGA Ibu, Richard Chaniago saat dihubungi ANTARA dari Ternate, Selasa
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi ± 59 detik.
Dia menjelaskan, saat ini kondisi gunung api setinggi 1.325 meter dari permukaan laut itu berada pada status Level III atau Siaga.
Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan, agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 kilometer dan perluasan sektoral berjarak 5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif di gunung tersebut.
"Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata), sehingga terhindar paparan abu vulkanik,"ujarnya.
Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
"Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah," ucapnya.
Oleh karena itu, dia berharap pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Ibu.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunung Ibu erupsi disertai semburan lava pijar