Ambon (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku mencatat jumlah pengguna QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang aktif di Maluku telah mencapai angka 153.318 pada Juni 2025.
“Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penggunaan sistem pembayaran digital di daerah ini,” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Mohamad Latif, di Ambon, Jumat, saat acara Puncak Pekan QRIS Nasional 2025 yang diadakan di Kota Ambon.
Ia mengapresiasi perkembangan pesat yang terjadi pada sistem pembayaran digital di Maluku, serta menggambarkan pentingnya QRIS dalam mendukung percepatan digitalisasi transaksi keuangan di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang lebih berkembang seperti Maluku.
Dia menjelaskan, sepanjang 2025, transaksi QRIS di Provinsi Maluku telah mengalami peningkatan yang signifikan, dengan tumbuh sebesar 69,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja ini menunjukkan semakin tingginya adopsi sistem pembayaran digital oleh masyarakat Maluku, baik untuk transaksi bisnis sehari-hari maupun kegiatan lainnya.
"Ini merupakan bukti nyata bahwa digitalisasi ekonomi di Provinsi Maluku terus berkembang, dengan semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan QRIS dalam bertransaksi," ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara BI dengan mitra kerja strategis lainnya, termasuk pemerintah daerah, industri, dan lembaga-lembaga terkait, dalam mendukung tercapainya visi Indonesia Maju melalui digitalisasi.
Salah satu contoh keberhasilan sinergi ini adalah prestasi yang diraih oleh Pemerintah Kota Ambon yang memperoleh predikat sebagai Pemerintah Daerah Digital dengan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) sebesar 96,00 persen.
Dengan terus berinovasi, diharapkan QRIS dapat semakin menguatkan ekonomi digital di Indonesia, terutama di daerah-daerah seperti Maluku.
“Kami berharap, dengan kolaborasi yang baik, sistem pembayaran digital dapat terus berkembang dan menjadi pendorong utama bagi kemajuan ekonomi daerah," ujarnya pula.
Puncak acara Pekan QRIS Nasional 2025 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai manfaat dan keamanan transaksi menggunakan QRIS.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dari 11 hingga 17 Agustus 2025 di 46 kantor perwakilan BI, termasuk di Provinsi Maluku, yang juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial, talkshow, serta lomba dan pertunjukan kreatif yang melibatkan masyarakat setempat.
