Ternate (ANTARA) - Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif), Cipatat, Bandung, Jawa Barat, serahkan  hasil Visum Et Repertum  almarhum M. Dehan Kasiman, Calon Siswa (Casis) Bintara TNI-AD asal Ternate yang meninggal dunia saat menjalani pendidikan militer.

"Hasil Visum itu  diserahkan saat di lokasi pemakaman. Jadi tidak lagi ke rumah duka," kata Rusdi Sahrun, perwakilan keluarga Casis Bintara TNI-AD,  M. Dehan Kasiman di Ternate, Selasa.

Hasil pemeriksaan terhadap jenazah M. Dehan Kasiman Dehan usai meninggal itu, diberikan langsung oleh Komandan Pusdikif, Brigjen TNI Zaiful Rakman yang diterima langsung oleh Rusdi Sahrun (50),  orang tua  Dehan.  

Dirinya menyebut, terdapat beberapa lembar hasil pemeriksaan ditaruh ke dalam map biru. 

Ia mengaku sudah membaca seluruh hasil Visum yang diterima itu. 

Hasilnya menyimpulkan bahwa  di tubuh Dehan tidak ditemukan luka/kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam. Selain itu, di tubuh  Dehan  juga tidak ditemukan adanya patah tulang.

Hanya saja, lanjut Rusdi Sahrun, pada poin ke-6 hasil pemeriksaan luar, tertulis: terdapat lebam pada tubuh korban, hal ini menurut Rusdi tak sinkron dengan kesimpulan akhir hasil Visum. 

"Di poin ke-6  di situ bilang ada lebam di leher, punggung, paha dan betis, berarti  poin di enam tidak nyambung sama kesimpulannya yang disebut tidak ada kekerasan," imbuh Rusdi. 

 M. Dehan Kasiman merupakan Casis Dikmaba Kesehatan TNI-AD, Dehan  meninggal dunia pada Senin (11/8)  saat tengah mengikuti pendidikan militer di Pusdikif, Cipatat, Bandung. 

Pihak Pusdikif membawa jenazah almarhum dari Jakarta langsung ke Ternate , tiba di Ternate, Selasa (12/8) sekitar pukul 08.20 WIT, sekitar pukul 11.15 WIT jenazah almarhum dikebumikan di TPU lingkungan Jan, Kelurahan Tabona, Kota Ternate.

Komandan Pusdikif, Bgrigjen TNI Zaiful Rakhman saat ikut melepas jenazah Dehan menyampaikan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. 

Perwira tinggi TNI satu bintang itu menyebut Dehan meninggal dunia karena sakit. 


 



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026