Ambon, 11/4 (Antaranews Maluku) - Pelaksana Tugas Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua meminta Pengprov Percasi bekerja cepat mempersiapkan para pecatur berkualitas untuk diterjunkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2020.
"Pengurus pengprov yang baru dilantik harus bekerja cepat mempersiapkan pecatur handal dan berkualitas untuk mewakili daerah ini bertarung pada PON di Papua," katanya saat melantik Pengurus Percasi Maluku periode 2018-2022 oleh Ketua Umum PB Percasi, Grand master Utut Adianto di Ambon, Rabu malam.
Zeth menegaskan, potensi dan prestasi Maluku di cabang olahraga yang banyak menguras pikiran dan taktik permainan tersebut sangatlah menjanjikan, tetapi terkesan tenggelam dikarenakan pengurusan yang vakum serta tidak adanya pertandingan untuk dijadikan tolok ukur pembinaan prestasi.
Karena itu, Wahub berharap pengurusan Percasi dibawah kepemimpinan Edwin Adrian Huwae yang juga menjabat ketua DPRD Maluku tersebut, dapat membenahi sistem organisasi serta manajemen pembinaan dan pelatihan, sehingga dapat melahirkan pecatur-pecatur muda berbakat dan berkualitas guna mengharumkan nama daerah di masa mendatang.
"Tidak ada tawar-menawar. Sudah harus ada pecatur berkualitas yang dihasilkan kepengurusan organisasi ini sehingga mampu mengharumkan nama Maluku pada PON mendatang," tandasnya.
Dia juga juga berharap kepengurusan Percasi Maluku mampu membuat lompatan-lompatan cepat untuk mengembangkan dan memajukan cabang olahraga yang mendunia dan telah berkembang sebelum abad ketujuh, di Maluku dalam beberapa tahun mendatang.
Zeth juga berjanji akan bersama Koni Maluku mengalokasikan anggaran yang cukup untuk pengembangan cabang olahraga tersebut, kendati saat ini pihaknya diperhadapkan dengan keterbatasan anggaran untuk pembinaan berbagai cabang.
Ia juga berjanji akan menangung hadiah utama bagi juara pertama Kejuaraan Daerah (Kejurda) catur Provinsi Maluku 2018, diikuti para pecatur dari 11 kabupaten-kota di Maluku dan akan berlangsung pada 12-14 April 2018.
Cabor Tertua
Sedangkan Ketua Umum Koni Maluku, Tonny Pariela menegaskan, catur sudah lama berkembang di Maluku serta tercatat sebagai salah satu cabang olahraga tertua pada induk organisasi olahraga tersebut.
"Percasi menjadi salah satu angota organisasi tertua dalam struktur Koni Maluku. Seharusnya usia cabang olahraga ini berbanding lurus dengan prestasi yang dihasilkan," katanya.
Kendati diperhadapkan dengan keterbatasan anggaran, namun menurut Tonny, pengurus Percasi Maluku dituntut mampu mencari cara untuk menyiasasi keterbatasan yang ada, sehingga pola pembinaan berjenjang, kontinyu dan terukur dapat terus berjalan.
"Mau tidak mau dalam beberapa tahun mendatang sudah lahir pecatur handal dan berkualitas dari Maluku, terutama menghadapi PON tahun 2020. Saya optimis hal ini dapat terwujud jika ditunjang kerjasama seluruh pengurus dan pelatih untuk terus melakukan pembinaan secara terarah," katanya.
