"Corona ini telah menjadi pandemik global dan di Indonesia sudah beberapa provinsi yang terkena virus itu, sehingga memang harus ada antisipasi pencegahan penularan," kata Rektor Unpatti Prof. MJ Saptenno di Ambon, Senin.
Ia mengatakan Kemendikbud telah mengirimkan surat kepada Unpatti Ambon untuk segera mengambil langkah-langkah preventif pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan kampus.
Terkait itu, Unpatti Ambon akan menggelar rapat internal bersama para dekan, guna membahas tindakan antisipasi wabah corona apa saja yang harus dilakukan tanpa sepenuhnya menutup aktivitas perkuliahan.
Jika memungkinkan, proses belajar-mengajar antara dosen dan mahasiswa bisa dilakukan via daring atau online dari rumah, mengingat isi surat imbauan juga menyebutkan untuk menghindari aktivitas yang melibatkan banyak orang atau lebih dari 20 orang.
"Mungkin proses belajar-mengajarnya bisa dikembangkan via situs web Unpatti, yang pasti kami akan memikirkan langkah-langkah seperti apa yang harus dilakukan tanpa mengurangi hak-hak para pegawai," ujar Saptenno.
Dikatakannya lagi, isu penularan Covid-19 saat ini sangat meresahkan. Indonesia yang sebelumnya bersih dari wabah tersebut, kini mulai terjangkit, beberapa provinsi diketahui sudah terdeteksi terjangkit infeksi Covid-19.
Karena itu, peningkatkan kewaspadaan sebagai bentuk antisipasi risiko penularan perlu dilakukan secepatnya, agar tidak menyebar lebih luas.
Saptenno juga mengimbau kepada para mahasiswa agar senantiasa berhati-hati selama berada di area publik, yakni dengan menghindari bersentuhan langsung dengan orang lain, seperti bersalaman dan sebagainya, serta tidak sembarangan memegang hidung, mulut dan mata sebelum mencuci tangan dengan sabun, guna mengantisipasi penjangkitan Covid-19.
"Beberapa universitas, termasuk sekolah-sekolah di Pulau Jawa juga sudah diliburkan. Penanganan virus ini harus dilakukan secara serius dengan melibatkan seluruh stakeholder," tandas Saptenno.
Pewarta: Shariva AlaidrusEditor : Lexy Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.