Ternate (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Malulu Utara melalui Posko SAR Tobelo menyatakan penumpang longboat yang hilang kontak di perairan antara Halmahera Timur dan Halmahera Utara ditemukan dalam kondisi selamat.
"Longboat tersebut dilaporkan hilang kontak dengan membawa delapan penumpang akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat," kata Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani dihubungi di Ternate, Jumat.
Dia menjelaskan, laporan awal diterima pada pukul 09.57 WIT dari Kepala Desa Kupa-kupa, Tobelo.
Menurut laporan tersebut, dua unit longboat dengan jumlah penumpang 20 orang bertolak dari Desa Hilaitetor, Halmahera Timur, menuju Desa Mawea, Tobelo Halmahera Utara, pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.00 WIT.
Hingga pagi hari, salah satu longboat yang berpenumpang 10 orang berhasil berkomunikasi dan melanjutkan perjalanan ke Desa Mawea. Namun, satu longboat lainnya yang juga membawa 10 penumpang dilaporkan hilang kontak.
“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah desa setempat untuk memastikan titik dugaan lokasi terakhir korban,” ungkap Iwan.
Pada pukul 10.10 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya kontak (LKP) menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Tobelo. Pukul 11.30 WIT, tim gabungan tiba di lokasi dan melakukan penyisiran di jalur yang diperkirakan dilalui.
Namun, pada pukul 15.55 WIT, Tim SAR Gabungan mendapat informasi dari Kepala Desa Kupa-kupa bahwa seluruh penumpang telah ditemukan dan dievakuasi oleh nelayan setempat ke Desa Kupa-kupa Iga, sekitar 12 nautical mile (Nm) arah utara dari LKP.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR bergerak menuju Desa Kupa-kupa dan tiba pukul 17.25 WIT.
Setelah dilakukan pendataan, ternyata jumlah korban yang semula dilaporkan 10 orang hanya delapan orang, semuanya dalam keadaan selamat dan sehat.
"Semua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Operasi SAR kami nyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” kata dia.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian meliputi Tim Rescue Pos SAR Tobelo, Polairud Tobelo, Pos TNI AL Tobelo, Pemerintah Desa Kupa-kupa, serta masyarakat setempat.
Salah satu korban, Wein Hard menjelaskan bahwa longboat yang mereka tumpangi kehabisan bahan bakar di perairan antara Desa Hilaitetor dan Pulau Meti.
Mereka kemudian terombang-ambing di laut sejak pukul 04.00 WIT hingga sekitar pukul 11.00 WIT atau delapan jam, sebelum akhirnya ditemukan nelayan.
