Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Koperasi dan UKM memperkuat peran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus KDKMP Tahun 2025 di Kabupaten Maluku Tengah.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Program tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa,” kata Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Azmi Elly di Ambon, Rabu (12/11).
Kegiatan yang berlangsung dua gelombang dan empat angkatan ini mengusung tema “SDM Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045.”
Azmi mengatakan Inpres ini melibatkan hampir 18 kementerian dan lembaga untuk mempercepat pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
“Tujuannya agar masyarakat di lapisan paling bawah dapat merasakan manfaat langsung dari pengelolaan ekonomi berbasis koperasi,” ujarnya.
Menurut dia, Koperasi Desa Merah Putih menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat secara terstruktur hingga ke akar rumput.
Melalui lembaga koperasi yang kuat dan profesional, diharapkan kesejahteraan masyarakat desa meningkat serta mendukung visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Pelatihan yang digelar di Kabupaten Maluku Tengah diikuti lebih dari 350 peserta dari seluruh desa, termasuk wilayah kepulauan seperti Haruku, Saparua, Banda, Ambon, dan Jisira.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua gelombang, masing-masing pada 6 hingga 8 November untuk angkatan 1 dan 2, serta 10 sampai dengan 12 November 2025 untuk angkatan 3 dan 4.
“Para pengurus Koperasi Merah Putih ini adalah ujung tombak tata kelola ekonomi di daerahnya. Karena itu mereka harus dibekali pemahaman dan keterampilan yang memadai agar kehadiran koperasi benar-benar memberi dampak nyata bagi kemajuan ekonomi desa,” jelasnya.
Selama pelatihan, peserta mengikuti 24 jam pelajaran (JPL) dengan kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring.
Selain materi dari pejabat Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku, kegiatan juga melibatkan akademisi dan dosen universitas di Maluku sebagai narasumber.
“Kami ingin pelatihan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki kedalaman akademik dan relevansi praktis bagi pengembangan koperasi di desa,” tambah Azmi.
Peserta diwajibkan mengikuti pelatihan lanjutan melalui platform daring Talenta Koperasi ID milik Kementerian Koperasi dan UKM RI untuk memperdalam kembali materi secara mandiri.
Lebih lanjut, Azmi menyampaikan implementasi program Koperasi Desa Merah Putih telah mulai berjalan di beberapa wilayah Maluku Tengah.
Sejumlah gerai koperasi juga telah dibangun dan siap beroperasi untuk mendukung pemasaran produk lokal desa.
“Ini bukti bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga diwujudkan langsung dalam bentuk nyata di lapangan,” ungkapnya.
Azmi berharap kegiatan ini menjadi awal kebangkitan ekonomi desa melalui penguatan koperasi yang profesional dan berdaya saing.
“Kami ingin koperasi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
