Ambon (ANTARA) - Aparat TNI dan Polri bergerak cepat meredam ketegangan antarwarga di kawasan STAIN Batumerah, Kota Ambon, menyusul gesekan antara kelompok warga SBT dan Kailolo.
“Situasi yang sempat memanas dapat dikendalikan setelah Kodim, Polresta bersama para tokoh melakukan pertemuan intensif,” kata Dandim 1504/Ambon Letkol Inf Hari Sandra di Ambon, Jumat.
Berkaitan dengan konflik yang terjadi, ia menjelaskan ketegangan awal dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.00 WIT di kawasan pertigaan UIN AM Sangadji hingga Jembatan Jodoh STAIN Batu Merah. Dalam peristiwa itu terjadi saling lempar antar kelompok pemuda, aparat kepolisian yang tiba cepat di lokasi berhasil menenangkan situasi tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Langkah pengendalian dilanjutkan dengan mengumpulkan seluruh pihak bertikai dalam pertemuan di Ruang Puskodal Kodim 1504/Ambon. Dandim Letkol Inf Hari Sandra menegaskan bahwa pertemuan dilakukan untuk memastikan ketegangan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Kami mengumpulkan seluruh perwakilan komunitas agar duduk bersama, membuka ruang komunikasi, serta menutup celah potensi provokasi lanjutan. Stabilitas keamanan kota adalah prioritas kita bersama,” ujarnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Wakapolresta Ambon & PP Lease AKBP Nur Rahman, Kabag Ops Polresta Kompol Johanis Titus, Sekcam Sirimau Ricky Emanuel, Raja Negeri Batu Merah Ali Hatalla, serta perwakilan pemuda dan sesepuh dari Geser, Kailolo, dan Kei.
Wakapolresta AKBP Nur Rahman mengatakan, seluruh pihak sepakat menyerahkan penanganan persoalan kepada aparat penegak hukum serta bersama menjaga keamanan.
“Semua sepakat damai, tidak ada lagi pergerakan massa. Kami minta para tokoh turut membantu meredam emosi dan memastikan anak-anak muda tidak mudah terprovokasi,” katanya.
Selain itu, upaya pemulihan kondisi terus dilakukan, Wali Kota Ambon bersama unsur Forkopimda turun langsung meninjau kawasan pertigaan STAIN Batumerah.
Saat ini sebanyak 204 Personel gabungan sedang mengamankan dan berjaga-jaga di lokasi konflik. TNI dan Polri menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau warga tetap menahan diri serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
