Ternate, 21/3 (Antara Maluku) - Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Disdikjar) Maluku Utara (Malut) menjamin keamanan pendistribusian naskah Ujian Nasional (UN) SMA sederajat dari Ternate ke seluruh kabupaten/kota di provinsi ini.
"Pendistribusian naskah UN SMA sederajat dari Ternate ke seluruh kabupaten/kota di Malut mulai hari ini (21/3) dengan pengawalan dari aparat kepolisian, jadi keamanan pendistribusiannya tidak ada masalah," kata Ketua Panitia UN Malut Abdul Ajid Huteru di Ternate, Senin.
Pendistribusian naskah UN SMA sederajat tersebut didahulukan ke kabupaten terjauh dari Ternate, seperti Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Taliabu, sedangkan khusus untuk pendistribusian dari ibu kota kabupaten ke kecamatan ditargetkan mulai 1 April sehingga paling lambat tanggal 3 April atau H-1 UN semuanya sudah tinggal antar ke masing-masing sekolah.
Ia mengimbau, para siswa yang akan mengikuti UN SMA sederajat tahun 2016 tidak mudah percaya dengan adanya tawaran dari pihak tertentu yang mengaku memiliki kunci jawaban soal UN dengan imbalan sejumlah uang, karena dapat dipastikan kunci jawaban itu adalah palsu.
Naskah soal UN setiap siswa saat UN berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya jadi sangat tidak mungkin siswa menggunakan kunci jawaban, walaupun kunci jawaban itu benar, jadi para siswa sebaiknya lebih konsentrasi dengan persiapan dirinya sendiri dalam mengerjakan soal UN.
Abdu Ajid Huteru mengatakan, pada UN SMA sederajat tahun 2016 ini di Malut ada 17 SMA sederajat yang menggunakan UN berbasis komputer, delapan SMA sederajat di antaranya berada di Kota Ternate, sisanya di Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Selatan.
Persiapan pelaksanaan UN berbasis komputer di 17 SMA sederajat tersebut sudah dilakukan, seperti pelatihan kepada teknisi dan operator komputer di masing-masing sekolah, selain itu para siswa juga telah melakukan latihan, begitu pula server di setiap sekolah di tingkatkan kapasitasnya.
"Yang menjadi kekhawatirkan kita terkait pelaksanaan UN berbasis komputer di 17 SMA sederajat tersebut adalah terjadinya pemadaman listrik PLN saat berlangsungnya UN, tetapi Diknas setempat telah menyurat ke PLN untuk tidak memadamkan listrik saat berlangsung UN," katanya.
UN SMA sederajat di Malut tahun 2016 diikuti 17.367 siswa tersebar di 10 kabupaten/kota dengan harapan hasilnya bisa lebih baik dari UN tahun 2015, karena UN tahun itu Malut berada diurutan 32 dari seluruh provinsi di Indonesia.