Ribuan umat Katolik yang memenuhi ruang gereja katedral maupun di dalam tenda terbuka mengikuti ibadah perayaan ekaristi natal jam pertama dipimpin Pastor Steven Warawarin di Ambon, Sabtu.
Sementara ibadah ekaristi natal jam ke dua pukul 20:00 WIT dipimpin langsung Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Utra.
Dalam pesan natalnya Pastor Steven mengajak umat merenungi perjalan Yosep dan Bunda Maria dari Galilea menuju Bethlehem sepanjang tiga hari perjalanan dan dalam posisi mengandung sembilan bulan.
Baca juga: Ibadah misa malam Natal di Ambon terapkan protokol kesehatan, perangi COVID -19
Menurut dia, Yesus bukannya lahir di tempat mewah baik hotel, penginapan, atau tempat yang bagus tetapi justeru lahir di kandang hewan dalam sebuah palungan.
"Kalau Tuhan Yesus datang lagi hari ini, apakah kita harus menolak Dia dan tidak mau membuka diri untuk menerima-Nya, sama seperti yang dialami Yosep atau Yusuf dan Bunda Maria, dan kandang serta palungan tempat Yesus lahir sesungguhnya menggambarkan simbol dari hati kita," ucapnya.
Dia juga mengajak jemaat merayakan pesta natal dengan ada sukacita dan kedamaian karena Tuhan datang untuk menyelamatkan semua umat manusia karena Dia datang untuk menerangi manusia keluar dari kegelapan dan kekelaman.
Pelaksanaan ibadah ekaristi natal mendapat pengawalan aparat gabungan TNI dan Polri, dan Kapolsek Sirimau AKP Saly Lewerissa juga turut hadir dalam pengamanan tersebut.
Selain itu, pelaksanaan ibadah juga turut dikawal sejumlah pemuda dari organisasi Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Kota Ambon yang anggotanya terdiri dari komunitas Islam dan Kristen.
Baca juga: Gereja di Ambon dipadati umat Kristen ikuti ibadah persiapan Natal
Pewarta: Daniel LeonardUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.