Ambon (Antara Maluku) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan penghargaan anugerah Adiwiyata kepada 11 sekolah yang memasukkan lingkungan hidup ke dalam kurikulum.
11 sekolah tersebut terdiri dari empat sekolah dasar (SD), dua sekolah menegah pertama (SMP), lima sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK).
"11 sekolah telah menunjukkan komitmen untuk menjadikan lingkungan hidup sebagai bagian dari kurikulum, dan mengadaptasikannya pada lingkungan sekolah," kata Wali Kota Richard Louhenapessy, saat pencanangan HUT Kota Ambon ke-439 , Senin.
Menurut dia, tiga dari 11 sekolah itu akan diusulkan sebagai calon penerima anugerah Adiwiyata tingkat nasional, pada hari puspa dan satwa bulan November 2014.
Tiga sekolah itu yakni SDN 2 Tanah Tinggi, SMPN 10 Kayu Putih kecamatan Sirimau, dan SMAN 5 Lateri kecamatan Baguala.
Richard menjelaskan, anugerah Adiwiyata tingkat kota Ambon diberikan setiap tahun kepada sekolah sebagai upaya menumbuhkan perilaku dan kesadaran pentingnya lingkungan hidup.
"Perilaku dan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup yang asri, nyaman, indah dan hijau harus dimulai sejak dini kepada generasi muda agar dapat dilakukan secara berkelanjutan," tandasnya.
Ia menjelaskan, kesadaran dan perilaku aktif ini akan terus didorong melalui peran aktif masyarakat dan pemerintah agar keberlanjutan ruang kota Ambon tetap dinikmati hingga generasi selanjutnya.
"Umumnya setiap sekolah di Ambon telah menerapkan kurikulum lingkungan hidup, tetapi sebaiknya tidak hanya penerapan tetapi diberlakukan berkelanjutan agar tidak hanya disekolah tetapi lingkungan tempat tinggal," ujarnya.
Diakuinya, program lingkungan hidup tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga instansi pemerintah dengan menggalakan program Jumat Pagi Bersihkan Lingkungan (Jumpa Berlian).
Program tersebut, lanjutnya telah dimulai sejak kepemimpinan Wali Kota dan Wakil wali Kota Sam Latuconsina. Program ini seluruh pegawai dan masyarakat melakukan aksi bersih kota.
"Setiap hari Jumat seluruh PNS lingkup kota Ambon bersama warga masyarakat melakukan aksi bersihkan lingkungan di lima kecamatan. Kami berharap program tersebut tidak hanya sebatas simbol tetapi akan menjadi tradisi bersama," tandas Richard.
