Ambon (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Sadali Ie menyatakan bahwa ekonomi daerah itu tumbuh sebesar 5,07 persen pada triwulan I 2025.
"Pada triwulan I 2025 Provinsi Maluku mengalami pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,07 persen, atau di atas nasional yang tercatat 4,87 persen," ujarnya saat rapat koordinasi daerah dan rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Ambon, Rabu.
Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025, kata dia, tidak terlepas dari kerja semua pihak, termasuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang merupakan Forum Koordinasi Pemerintah Daerah dan para pemangku kepentingan dalam percepatan akses keuangan di daerah.
Menurutnya, percepatan akses keuangan bagi masyarakat, akan mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan masyarakat maju dan sejahtera.
Namun, terdapat kendala dalam pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), mulai dari teknis usaha, kualitas industri dan permodalan.
Untuk itu, ia mengharapkan TPAKD dapat memberikan solusi dari dengan menyediakan akses permodalan, terutama agar UMKM dapat memperoleh pasar sehingga dapat dengan mudah meningkatkan pendapatannya.
Di Provinsi Maluku, kata dia, terdapat dua TPAKD yang belum dikukuhkan yaitu TPAKD Maluku Barat Daya dan TPAKD Seram Bagian Timur.
Oleh sebab itu, ia mengharapkan dalam tahun ini kedua TPAKD dapat dikukuhkan oleh kepala daerah setempat, sehingga dapat dilaksanakan perumusan, penetapan dan pelaksanaan program kerja yang berdampak bagi perluasan akses keuangan bagi masyarakat.
Selain itu,para bupati dan wali kota diminta menaruh perhatian penuh dan kepedulian terhadap TPAKD di daerah masing-masing, segera menetapkan dan melaksanakan program kerja untuk akses keuangan di daerah, serta mengevaluasi program pada akhir tahun.
“Koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder merupakan kunci utama keberhasilan program kerja,” tutupnya.
