Ternate (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara (Malut) perkuat pengawasan jasa keuangan dan siap membantu Pemerintah Daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengembangkan potensi ekonomi di daerah.
"Selain melakukan tugas dan fungsi pengawasan, OJK juga diminta untuk memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat serta membantu Pemerintah Daerah dalam hal pengembangan ekonomi di daerah," kata kepala OJK Malut, Adi Surahmat di Ternate, Selasa.
Adi menjelaskan, pembentukan Kantor OJK Malut bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan di sektor Jasa Keuangan serta pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan di daerah.
"Itu tujuan utama kita dan disini Insya Allah kita akan siap bersinergi, berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, Pemerintah Daerah instansi terkait dan sebagainya, termasuk juga rekan - rekan media dalam rangka untuk memajukan dan mengembangkan ekonomi di Malut,"ujarnya.
Menyinggung terkait masalah investasi bodong yang kerap terjadi di Malut, Kepala OJK juga mengimbau kepada masyarakat untuk membuat pengaduan, agar laporan tersebut ditindaklanjuti dengan melibatkan pihak penegak hukum.
"Untuk pengawasan investasi bodong maka kami akan membentuk tim dengan melibatkan pihak Kepolisian maupun Kejaksaan," katanya.
Kantor OJK Provinsi Malut ini telah dibentuk dan memulai melakukan pelayanan kepada masyarakat sejak 6 Oktober 2025 berkedudukan di Kota Ternate.
Sebelumnya, Provinsi Malut masuk dalam wilayah kerja Kantor OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo yang berkedudukan di Kota Manado, Sulut.
