Selasa, 24 Oktober 2017

Urgensi Sinergitas Pemkab dan Muhammadiyah Hadirkan SMK Migas di Maluku oleh Abdullah Ely SH, MH

id SMK Mgas, Maluku
Urgensi Sinergitas Pemkab dan Muhammadiyah Hadirkan SMK Migas di Maluku oleh Abdullah Ely SH, MH
Abdullah Ely, SH, MH (Koleksi Pribadi)
SEMINAR pendidikan nasional digelar pada Kamis (23/2), bertempat di gedung Islamic Center 
Ambon. Sebuah ajang yang diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang bisa membantu memecahkan masalah pendidikan di Provinsi Maluku, termasuk pada kabupaten kota yang ada di dalamnya.

Saya belum tahu, rekomendasi apa yang bakal dihasilkan. Namun tidak ada salahnya, sebagai putra provinsi 
kepulauan ini, saya ikut menyumbang pikir,  rekomendasi apa yang tepat disampaikan atau sebaiknya dihasilkan dalam proses seminar nasional ini.

Dalam catatan sederhana saya, ada beberapa hal yang penting, yang sebaiknya dibuat atau harus benar-benar diperhatikan oleh Muhammadiyah terkait sumber daya manusia di daerah yang dikenal juga dengan sebutan "Bumi Para Raja" ini.

Sumber daya manusia Provinsi Maluku, utamanya pada daerah-daerah kabupaten yang baru dimekarkan, menjadi sangat penting untuk ditingkatkan. Apalagi sebentar nanti, proses eksplorasi gas abadi Blok Masela. 

Pengoperasiannya tentu membutuhkan banyak sekali sumber daya manusia (SDM) yang siap untuk mengelola kekayaan Maluku satu ini.

Kenapa hal ini harus menjadi perhatian Muhammadiyah, sebab jika faktor ini tidak benar-benar diperhatikan maka bisa menimbulkan gesekan-gesekan atau potensi konflik yang cukup besar ke depannya.

Yang saya maksudkan dengan potensi konflik cukup besar, adalah pada saat dilaksanakan proses eksplorasi 

secara massal, tentu membutuhkan banyak SDM yang handal di bidangnya, Nah bisa dibayangkan jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pada daerah-daerah yang berbatasan langsung atau memiliki akses untuk pengolahan sumber daya alam gas abadi di Blok Masela, belum benar-benar disiapkan. Bisa dibayangkan masyarakat setempat hanya akan bisa menonton, bahkan mungkin hanya berada pada posisi yang nilai tawar atau bargaining position-nya sangat lemah.

Secara teknis, tentu perusahaan pengelola yang diberi amanat untuk mengeksplorasi gas abadi Blok Masela, 
akan memilih bahkan mengutamakan SDM yang berkompeten. Itu artinya jika SDM daerah setempat tidak siap, saya hakul yakin, perusahaan akan "mengimpor" tenaga dari luar kabupaten atau malah dari luar Provinsi Maluku.

Yang paling khusus di kabupaten-kabupaten yang baru dimekarkan dan mempunyai potensi luar biasa tadi, 
jika dilihat, maka ada 4 Kabupaten yang mempunyai potensi atau akses langsung dengan pengelolaan sumber daya alam atau gas abadi di Blok Masela. 

Sebut saja Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Aru, dan kalau mau dilebarkan sedikit, maka termasuk Kabupaten dan Kota Tual.

Pada titik ini, saya ingin mengajak Muhammadiyah agar bisa memecahkan atau minimal mengurangi tingkat potensi konflik. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

Muhammadiyah Maluku harus mampu menyiapkan Sekolah Menengah Kejuruaan (SMK) Migas, yang sebenarnya pada beberapa tempat di luar pulau Ambon sudah dijalankan oleh Muhammadiyah.

Sudah pasti, SMK Migas ini mempunyai tujuan agar bisa mempersiapkan SDM yang kelak bisa disalurkan atau bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang, pada saatnya nanti akan ikut dalam proses eksplorasi gas abadi Blok Masela.

Muhammadiyah sendiri secara nasional berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan SDM, tanpa peduli dengan latar belakang Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) dalam menghadirkan sarana dan prasarana SMK Migas secara lengkap, dengan jumlah paket lengkap yang disiapkan Muhammadiyah Rp. 4 milyar. 

Contoh keberhasilan SMK Migas Muhammadiyah ini bisa ditemukan di Cilacap.

Lantas, apa saja syaratnya, kabupaten/kota bisa mendapatkan kucuran dana paket lengkap Rp. 4 milyar 
tersebut?

1. Pihak kabupaten/kota menyiapkan lahan hibah sebesar dua (2) hektar untuk pembangunan SMK Migas 

tersebut. Lahan 2 hektare ini sebagai salah satu persyaratan yang hakiki agar bisa mendapatkan bantuan untuk pembangunan SMK Migas secara lengkap. Ini yang kemudian menjadi perhatian kami, agar dalam proses seminar pendidikan nasional hari ini bersama dengan Menteri Pendidikan, paling tidak menghasilkan langkah-langkah konkrit untuk bisa membantu pemerintah Provinsi Maluku, termasuk Pemerintah Kabupaten yang bersentuhan langsung dengan Blok Masela, agar bisa menyiapkan serta menghadirkan masyarakat yang siap menghadapi eksplorasi gas abadi tersebut.
     
2. Muhammadiyah mampu berperan untuk meningkatkan SDM lewat SMK Migas tadi.
     
3. Muhammadiyah mempunyai peran yang sangat penting untuk mengurangi tingkat gesekan antara masyarakat lokal dan masyarakat yang akan datang untuk dengan segala kelebihannya untuk bekerja pada perusahaan eksplorasi gas Abadi tersebut.
     
Saya kira ini topik topik yang sangat penting di kemukakan pada kesempatan ini agar menjadi perhatian 
utamanya untuk Muhammadiyah dan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota agar jauh-jauh hari menyiapkan SDM, yang bakal mampu bersaing serta mampu memberikan kontribusi positif terhadap kabupaten daerahnya masing-masing 
     
Saya kira ini ajakan dari kami sebagai Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Mari kita Berfastabiqul Khairat 
bersama-sama Muhammadiyah. Kiranya sumbangsih pikir sederhana ini bisa ikut berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM di daerah ini.

(*) Penulis adalah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku/Komisioner Bawaslu Maluku

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga