Ganti nama dari AntiQue menjadi AntiK dan kehadiran vokalis baru adalah dalih kenapa band yang satu ini selama hampir dua tahun "betah di tempat tidur".Belum cukup? Penyesuaian karakter AntiQue dengan warna vokal si penyanyi baru, Andee, dan pertimbangan memasukkan unsur modern ke dalam warna musik yang dimainkan adalah dalih yang lain lagi."Salah satu faktor kenapa kita vakum adalah waktu penyesuaian dengan personil baru. Anda tentu tahu pergantian vokalis adalah sesuatu yang vital bagi sebuah band," begitu ucapan Wien, si pemain bas.Lebih dari itu, dan ini terkait erat dengan kebijakan ganti nama band, AntiK tidak ingin tampil seperti yang terekam di album perdananya."Kita tidak tidur. Kita hanya tidak ingin tampil biasa saja di album kedua. Itu sebabnya kita rela membuang sedikit waktu demi mendapatkan hasil maksimal," kata Wien.Lantas, kenapa harus AntiK?"Biar lebih Indonesia dan gampang diingat," begitu dalih yang dikemukakan, kali ini dari balik bibir gitaris Rico.Formasi lengkap AntiK saat ini adalah Andee (vokal), Rico (gitar), Wien (bas), dan Agyl (dram).Satu hal yang membuat Rico, Wien dan Agyl gembira adalah kemampuan Andee menyesuaikan diri dengan mereka dalam waktu relatif cepat.Andee sendiri adalah finalis program reality-music yang digelar salah satu stasiun televisi swasta nasional untuk menjaring bakat-bakat baru di dunia musik tanah air."Tak jadul lagi"Wajah baru AntiK yang lebih fresh (segar) tak hanya tercermin dari penampilan fisik dan fashion style mereka, namun juga transformasi musik. Mereka kini tidak lagi berkutat dengan konsep musik antik dalam arti harfiah atau "jadul" (jaman dulu = kuno).“Kami tak lagi berkutat dengan musik-musik dulu seperti di album perdana. Di album kedua yang kita namakan Memutar Waktu, kita lebih terbuka dengan mengawinkan musik modern dengan ciri khas kita yang sudah ada,” kata drummer Agyl menjelaskan.“Dengan kata lain, kita ingin menggaet Antik Kolektor baru tanpa harus melupakan fans setia kita yang lama,” kata Andee.Antik Kolektor adalah sebutan untuk para penggemar band tersebut.Album Memutar Waktu baru saja dirilis ke pasar sebagai bukti kelahiran kembali Rico, Wien dan Agyl bersama vokalis baru di dunia musik tanah air.Perpaduan pop alternative ala mereka dulu dengan musik modern melahirkan lagu-lagu yang sangat variatif. Karakter vokal Andee yang sangat jauh berbeda dengan vokalis sebelumnya juga turut menentukan karakter AntiK.Kerja keras pun menuai hasil, paling tidak terlihat dari laga andalan Dia Atau Dia (DAD) yang langsung menarik perhatian pecinta musik tanah air dan meraih puncak tangga lagu di banyak stasiun radio swasta nasional.DAD yang berirama ceria (up beat) menyuguhkan untaian lirik yang mengisahkan cerita cinta di kalangan anak muda dewasa ini.Menyimak lagu tersebut, penikmat musik akan dibawa ke bayang-bayang band The Killers ataupun Jonas Brothers, yang diakui AntiK sebagai referensi penggarapannya.Satu hal pasti, konsep videoklip DAD besutan Renny Fernandez dengan "format one take shoot" pun menunjang imej baru Antique (AntiK).Selain DAD, album Memutar Waktu berisi sembilan lagu termasuk Serba Salah yang kental dengan sentuhan funk, Pada Suatu Pesta, dan lagu-lagu "iris nadi" semacam Cinta Putih, Kau Bukan Milikku dan Jangan Menangis Lagi."Mutan terbaru"AntiK sebenarnya bukan sekadar kata AntiQue yang dialihbahasakan ke Indonesia, tetapi mutan terbaru dari ANT.Pasalnya, band yang kini ditukangi Andee, Rico, Wien dan Agyl itu semula bernama ANT, lahir di Bandung dan dibesarkan lewat berbagai ajang kompetisi di kota kembang.Setelah hijrah ke Jakarta, band ini dengan dukungan label Music Factory Indonesia (MFI) meluncurkan album debut bertajuk Satu Bintang, tetapi dengan nama band AntiQue.Tanpa dinyana, album yang diluncurkan pada Februari 2008 itu mendapatkan respon positif dari pasar. Musik progresive kort yang diusung membuat mereka tampil berbeda dari band-band lain yang juga populer pada masa itu.Posisi sejajar dengan band-band papan atas kala itu diraih Antique berkat tembang-tembang mereka yang meraih hits, antara lain Satu Bintang, Bisikkanlah, Selamat Tinggal, dan Surga Cinta.Untuk album Memutar Waktu, AntiK juga mendapat dukungan dari MFI.Paling tidak, acara peluncuran album itu pada 28 Oktober 2010 didisain sebagai sebuah mini concert yang didukung tata panggung dan tata cahaya dan perangkat multimedia bermutu, bertempat di XXI Club, Djakarta Theatre Building.Skenario pertunjukannya pun diatur sedemikian rupa, yang memperlihatkan keseriusan MFI dalam mendukung kembalinya kelompok musik tersebut.Pertanyaannya sekarang, "Mampukah Andee, Rico, Wien dan Agyl bertahan dalam formasi dan, tentu saja, meraih simpati pasar?Barangkali waktu yang bisa menjawab pertanyaan itu, tetapi yang pasti Rico, Wien, Agyl dan Andee tentu tidak berharap untuk kembali memutar waktu atau kembali dari nol lantaran ada yang hengkang. (Andre "Opa" Sumual/JNS).
AntiQue Beralih ke AntiK dan Vokalis Baru
Jumat, 19 November 2010 16:11 WIB
