Ternate (Antara Maluku) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara (Malut) mencatat, pada triwulan I 2013, jumlah uang yang masuk di perbankan daerah ini mencapai Rp271,72 miliar, meningkat 10,3 persen dari tahun sebelumnya.
"Sedangkan untuk uang yang keluar pada triwulan I 2013 mencapai Rp179,33 miliar, atau turun sebesar 68,3 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Kepala BI Perwakilan Malut, Boediono di Ternate, Rabu.
BI Malut juga mencatat untuk PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp887,53 miliar, yakni pertumbuhan tertinggi (q-to-q) di sektor industri pengolahan sebesar 2.08 persen. Sedangkan pertumbuhan terendah (q-to-q) di sektor bangunan sebesar -2,64 persen.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi Malut Triwulan I-2013 tumbuh 6,0 persen atau menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 7,3 persen.
"Tumbuhnya pertumbuhan ekonomi di Malut 6,0 persen diiringi dengan tumbuhnya kenaikan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 5,0 persen," katanya.
Untuk struktur ekonomi Malut pada triwulan I-2013 tidak mengalami perubahan, masih didominasi oleh sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel, dan restoran serta sektor industri pengolahan.
"Total kontribusi ketiganya mencapai 73,28 persen terhadap total PDRB. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan PDRB triwulan I-2013 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) didorong oleh kenaikan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 1,23 persen, pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba sebesar 1,55 persen," katanya.
Begitu pula pada pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar -4,63 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar -1,67 persen, ekspor barang dan jasa sebesar 0,57 persen dan impor barang dan jasa sebesar -1,05 persen.
Selain itu, ada tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi (q-to-q) adalah sektor industri pengolahan 2,08 persen, sektor perdagangan, hotel, dan restoran 1,26 persen, dan sektor pengangkutan dan komunikasi 0,64 persen.
Sementara untuk pertumbuhan (y-on-y), tertinggi pertama di sektor perdagangan, hotel, dan restoran tumbuh 11,22 persen, kedua sektor pengangkutan dan komunikasi 7,07 persen, dan ketiga sektor bangunan 5,99 persen.
