Jakarta (ANTARA) -
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar saat menerima kunjungan tim Boleh Dicoba Digital (BDD) menekankan komitmen Kemenekraf sebagai wali data dan pemanfaatan AI.
“Pemanfaatan AI dalam pengolahan big data dapat mempercepat tercapainya tujuan program Emak-Emak Matic,” ujar Wamenekraf Irene melalui keterangan pers yang diterima, Rabu (8/1).
Pada pertemuan yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Wamen Irene menegaskan pentingnya data terutama yang berbasis live data. Kontribusi ekonomi kreatif terbukti berperan terhadap dua hal yang terus dibangun yaitu PDB nasional dan penyerapan tenaga kerja.
Audiensi ini juga dihadiri Direktur Konten Digital Kemenekraf Yuana Rochma Astuti dan Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf Yuke Sri Rahayu.
Yuana selaku Direktur Konten Digital Kemenekraf menambahkan program seperti Emak-Emak Matic atau Emak-Emak Melek Teknologi seperti disebutkan Wamenekraf Irene adalah program yang bisa disinergikan.
Program ini salah satu wujud komitmen Kemenekraf juga dalam pemberdayaan perempuan.
"Program ini untuk buka akses kolaborasi antara peserta program, komunitas lokal, serta pelaku usaha di setiap kota. Program pemberdayaan perempuan dalam ekraf ini sudah sosialisasi untuk 2 kota (Bandung dan Jogja),” kata Yuana.
Dari pihak BDD yang hadir yaitu Yuricho Billy selaku Head Community Development BDD berharap penambahan value dari komunitas atau pelaku ekraf yang sudah terdata.
Hal itu juga bisa didapatkan apabila pemerintah membutuhkan pengembangan knowledge khususnya dalam bidang periklanan dan konten kreator.
“Indonesia itu tidak cuma otot tapi ada otaknya juga untuk kreativitas dan adding value sehingga bisa membuat narasi created by Indonesia dalam tiap produk lokal yang bisa bikin bangga,” kata Yuricho.