Ternate (ANTARA) - Kepolisian Daerah Maluku Utara melalui Dit Reskrimsus Subdit I Indag intensif melakukan kegiatan pengecekan stok sembako menjelang Ramadan di Gudang Bulog dan distributor.
Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol Bambang Suharyono di Ternate, Sabtu menyatakan Polda telah mengimbau para pedagang tidak menimbun stok serta memperhatikan harga HET dalam menjual barang selama Ramadan dan Idul Fitri.
Menurut dia langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok di wilayah Maluku Utara, sekaligus mengantisipasi potensi penimbunan atau lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat.
Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjelang Ramadan
Ia menegaskan kepolisian akan terus melakukan pemantauan serta menindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran yang merugikan masyarakat.
Selain itu, Polda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar.
"Langkah pengecekan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat Maluku Utara bahwa stok sembako mencukupi dan harga tetap terkendali selama bulan suci Ramadan," katanya.
Sebelumnya, Kepala Bulog Ternate Asrul menyatakan persiapan menghadapi bulan suci Ramadhan, pihaknya memastikan stok beras di Malut dalam kondisi aman.
"Kebutuhan beras selama Ramadhan terpenuhi. Selain stok yang tersedia di gudang, dalam waktu dekat kapal pengangkut beras Bulog akan tiba di Ternate dengan pasokan tambahan dalam jumlah besar," ujarnya.
Sehingga, kata dia, masyarakat Malut tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras menjelang dan selama Ramadhan.
Perum Bulog Cabang Ternate menjamin stok beras cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan mendatang karena terdapat 2.556 ton beras di Gudang Bulog Ternate dan tambahan 750 ton yang sedang dalam perjalanan masuk ke gudang.
Sedangkan, untuk beras medium di gudang dijual dengan harga Rp11.600 per kilogram. Di pasar, harga beras dari mitra Bulog ke masyarakat dipatok maksimal Rp13.500 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan.