Ambon (ANTARA) - Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Ambon bersama Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Yos Sudarso menggelar aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional tahun 2025.
"Kami buruh Kota Ambon berbeda dengan daerah lain. Kami merayakan Hari Buruh ini tidak dengan aksi demo, tetapi aksi damai jalan santai dan dialog bersama pemerintah dan dunia usaha," kata Ketua KSBSI Kota Ambon, Louis Souisa, di Ambon, Kamis.
Ia mengatakan, Hari Buruh merupakan momentum mempererat solidaritas antara buruh, pemerintah, dan dunia usaha.
Hari Buruh bukan sekadar hari libur, tetapi hari untuk bersilaturahim dan menguatkan solidaritas antarsesama buruh untuk memastikan suara dan harapan buruh di Kota Ambon tersampaikan dengan baik.
"Kami ada bersama dengan 389 pekerja buruh TKBM Pelabuhan Yos Sudarso, mensyukuri Hari Buruh. Momentum ini menjadi sarana silaturahim dan komunikasi untuk menyampaikan aspirasi," katanya.
Pihaknya berharap, momentum Hari Buruh bisa menjawab seluruh kebutuhan atau hak tenaga kerja, yang selama ini mungkin belum disesuaikan dengan regulasi yang ada.
"Pemerintah daerah bisa lebih melihat kepastian hukum maupun kelayakan upah bahkan kesejahteraan buruh dan keluarga itu harapan kami, " katanya.
Ketua Serikat pekerja TKBM Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Rawidin Ode, menyatakan sejauh ini upah buruh di Kota Ambon tidak terkendala yakni sesuai dengan UMK Ambon.
"Kami bersatu untuk melakukan aksi damai di Hari Buruh, kami tidak melakukan aksi demo karena kami buruh TKBM di pelabuhan merupakan pintu gerbang masuk perekonomian di Maluku, " katanya.
Pihaknya berharap momentum hari Hari Buruh TKBM ke depan semakin lebih sejahtera, dan meningkatkan perekonomian di Maluku, " ujarnya.
Aksi damai para buruh dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau Lease, pelaku usaha, serta seluruh pekerja/buruh yang ada di kota Ambon.
