Ternate (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sebagian besar wilayah di Maluku Utara (Malut) pada Selasa.
"Peringatan tersebut menyebut adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sejumlah wilayah sejak pagi hari," kata Petugas Prakirawan Cuaca BMKG Ternate Dhea Wisyasista saat dihubungi di Ternate, Selasa.
Dia menyampaikan bahwa peringatan dini cuaca dikeluarkan pada pukul 05.15 WIT, yang berlaku mulai pukul 19.45 WIT. Adapun wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kabupaten Halmahera Barat di antaranya Ibu, Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan di Gane Timur, Gane Barat, Obi, Gane Barat Selatan, Gane Timur Tengah, Obi Barat, Obi Timur, Obi Utara, dan Kota Ternate di Pulau Batang Dua dan sekitarnya
Sementara itu, kondisi cuaca diperkirakan akan meluas ke wilayah di wilayah Halmahera Barat seperti Kecamatan Jailolo, Sahu, Tabaru, Sahu Timur, Halmahera Selatan di Obi Selatan, Bacan Timur, Bacan, Bacan Barat Utara, Bacan Selatan, Bacan Timur Selatan, Bacan Timur Tengah, Gane Barat Utara, Kepulauan Joronga, Gane Timur Selatan, dan sekitarnya.
BMKG juga mengeluarkan update prakiraan cuaca harian untuk wilayah Maluku Utara pada hari yang sama. Berikut rincian cuaca berdasarkan waktu.
Seperti diketahui, pada Siang hingga sore hari umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Morotai, Galela, Tobelo, Ibu, Jailolo, Sidangoli, Ternate, Tidore, Wasile, Maba, Weda, Patani, Labuha, Bacan, Gane, Obi, Taliabu, dan sekitarnya.
Dhea juga mengimbau waspada potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Morotai, Galela, Wasile, Maba, Patani, Gane, Obi dan sekitarnya dengan peringatan gelombang tinggi, waspada potensi kenaikan tinggi gelombang mencapai dua meter serta penurunan jarak pandang akibat cuaca buruk.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Nelayan dan operator transportasi laut diminta memperhatikan potensi gelombang tinggi dan menghindari pelayaran di wilayah yang terindikasi terdampak cuaca buruk," ujarnya.
