Malra (ANTARA) - Menuju Indonesia Emas 2045  Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun dan Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam bersama Forkopimda melaksanakan upaya terpadu  mencegah dan menurunkan stunting  melalui kegiatan   Gerakan Cegah Stunting.

Dengan  tema "Bersama Mewujudkan Generasi Emas Maluku Tenggara Bebas Stunting 2025"  berlangsung di Kecamatan Kei Kecil Timur. Desa/Ohoi Wab Kabupaten Maluku Tenggara Senin, (28/9).

Dalam sambutannya Bupati Thaher Hanubun menjelaskan, stunting atau keterlambatan pertumbuhan merupakan masalah gizi kronis yang sering terjadi pada anak-anak di Indonesia termasuk di Maluku Tenggara. 

"Gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan keserasian antara perkembangan fisik dan perkembangan mental pada balita," ujarnya.


Ia menyebut, stunting  dapat terlihat ketika anak memiliki tinggi badan lebih pendek dari tingkat badan normal yang seharusnya dimiliki oleh anak pada usia yang sama. 

Dijelaskannya,  meskipun saat ini prevalensi stunting di Kabupaten Maluku Tenggara terus mengalami penurunan, tetapi tetap diterapkan  pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu warga diminta  rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, agar segala potensi penyakit pada ibu dan calon bayi dapat segera mendapatkan penanganan sedini mungkin. 

"Prevalensi Stunting di Kabupaten Maluku Tenggara terus mengalami penurunan, sejak  2018 mencapai 30,01 persen, menjadi 15,68 persen di  2024," kata dia.


Menurutnya untuk menuju Indonesia Emas 2045 Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melaksanakan upaya terpadu  mencegah dan menurunkan stunting, salah satunya melalui kegiatan gerakan cegah stunting.

Program  Gerakan Cegah Stunting berupa  pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi calon pengantin /remaja putri. Edukasi tentang pentingnya gizi kesehatan sebelum menikah dan selama kehamilan.

Selanjutnya, pemantauan secara rutin bagi ibu hamil serta mendeteksi tumbuh kembang bayi dan balita di Posyandu. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif. Edukasi praktik makanan penunjang ASI. Menjalankan Sistem Layanan Siklus Hidup (ILP) di Posyandu untuk mencegah generasi penerus yang sehat bebas dari stunting.

Bupati menjelaskan, tips yang digunakan adalah ABCDE untuk meminimalkan potensi stunting pada anak diantaranya.

"A  yaitu  Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD), B Bumil teratur periksa minimal enam kali, dua kali oleh dokter menggunakan USG. D,  Datang ke Posyandu setiap bulan dan E, ASI eksklusif selama enam bulan," kata dia.


Bupati  dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada  Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Tenggara dan jajaran PKK sampai di Tingkat Desa/Ohoi, yang d berperan penting dalam penurunan angka stunting. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Malra, Charlos Viali Rahantoknam, bersama Forkopimda dan Danyon Brimob C. Pelopor, Pimpinan OPD. Pengurus TP PKK Maluku Tenggara, Perwakilan Masyarakat, Para Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan. (DS).



Pewarta: Rilis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026