Ambon (ANTARA) - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Ambon untuk kelima kelima kalinya mewakili Maluku dalam mengikuti lomba empat pilar MPR RI 2025 di Jakarta.
"Ada 10 siswa kami yang ikut berkompetisi menguji pemahaman mereka tentang empat pilar negara antara lain Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata perwakilan SMAN 12 Ambon Jopy Manuhuttu di Ambon, Jumat.
Menurut dia, untuk masalah keterbatasan anggaran keberangkatan tim akhirnya bisa dibantu dengan adanya sumbangsih DPRD Maluku dalam bentuk dukungan moril serta materi terhadap para peserta lomba.
"Sumbangsih DPRD Maluku ini kami terima saat melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD provinsi Benhur G. Watubun dan ketua Komisi IV Saudah Tethol beserta anggota komisi, karena beberapa waktu lalu sekolah kami juga mendapat kunjungan kerja DPRD," ucapnya.
Dalam pertemuan ini disampaikan sejumlah masukan ke legislatif serta mengapresiasi perhatian serta dukungan DPRD Maluku terhadap perjuangan para siswa yang telah berproses selama tiga bulan mempersiapkan diri.
Untuk itu tim lomba akan berangkat dan mengikuti kegiatan sejak 16 November 2025 hingga selesai dan kembali akhir bulan ini.
Sementara Ketua DPRD Maluku Benhur G. Watubun menyatakan apresiasi terhadap para siswa yang telah menyiapkan diri berbulan-bulan guna mewakili daerah di ajang nasional lomba empat pilar MPR RI.
Terpisah Plt Kepala SMAN 12 Ambon Dorthea Adriaanzs mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku karena selalu berkoordinasi terkait sejauh mana anak-anak mempersiapkan diri dalam berlatih menghadapi lomba empat pilar.
"Bukan saja itu, kami juga dikoordinasi sejauh mana dan berapa kebutuhan yang harus dilengkapi sebab kami harus membangun koordinasi itu karena dari MPR RI mereka difasilitasi tiket, akomodasi dan penginapan," kata Dorthea di Ambon, Senin.
Para siswa yang ikut kostumnya disediakan oleh sekolah dan anak-anak itu belajar dari pagi dilanjutkan dengan latihan hingga sore hari.
"Mereka didukung dari sekolah termasuk sumbangan orang tua serta OSIS, termasuk disediakan konsumsi," kata dia.
Untuk persiapan lomba juga disiapkan pakaian batik Ambon yang merupakan ciri khas daerah serta pengadaan baju cele yang disiapkan sekolah, selain seragam yang digunakan untuk kegiatan lomba, termasuk jaket berlogo provinsi serta setelan jas.
Untuk kostum ini, Kepala Disdikbud Maluku membantu uang tangan bagi 10 murid sebesar Rp500.000 per orang.
"Jadi untuk kebutuhan tim lomba empat pilar ini kami mendapatkan bantuan Rp10 juta dari dinas," ucapnya.
Kemudian Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memberikan bantuan Rp10 juta untuk pembelian sepatu bagi anak-anak dan uangnya diserahkan langsung kepada siswa tertua.
