Ternate (ANTARA) - Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut), Ikram M Sangaji menegaskan Program Gerakan Pangan Murah sangat membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok saat perayaan Natal dan menjelang Tahun Baru 2026.
"Namun, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Pemkab Halteng, seluruh paket sembako dalam kegiatan tersebut digratiskan dan biayanya ditanggung penuh oleh Pemkab Halteng," kata Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji dihubungi, Minggu.
Sehingga, bupati berharap adanya kunjungan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ke Halteng dapat menjadi momentum bagi gubernur untuk berbaur langsung dengan masyarakat serta menyerap aspirasi demi kemajuan daerah.
Ia menjelaskan sempat muncul pertanyaan dari warga terkait perbedaan kebijakan antara paket pangan murah dari provinsi yang berbayar dan paket dari Pemkab Halteng yang gratis.
"Sesuai laporan Camat setempat menyampaikan ada warga yang bertanya, kenapa sembako dari Provinsi Malut berbayar sementara dari Halmahera Tengah gratis. Maka, saya sampaikan datang saja ke kegiatan ini, Pemda Halmahera Tengah yang menanggung semuanya, masyarakat tinggal menikmati,” ujarnya.
Dengan kebijakan tersebut, Gerakan Pangan Murah secara langsung berubah menjadi sembako gratis bagi masyarakat sekitar, khususnya warga Kecamatan Weda Tengah.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Ikram juga mengumumkan bahwa usai kegiatan Gerakan Pangan Murah akan dilakukan kick off pembangunan jalan alternatif Taba Lik. Jalan tersebut dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan yang kerap terjadi di jalur lama.
"Mudah-mudahan pekerjaan jalan ini berjalan lancar dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Jalan lama sangat berisiko dan sering terjadi kecelakaan," ujarnya.
Ia menerangkan bahwa pembangunan jalan alternatif tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Proses pembebasan lahan telah selesai dan lokasi pembangunan sudah siap untuk dikerjakan.
Selain itu, Bupati Ikram juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal dan Tahun Baru, sesuai dengan edaran Kapolri, terutama terkait larangan penjualan dan konsumsi minuman keras.
"Banyak kejadian yang tidak kita inginkan berawal dari konsumsi minuman keras. Mari kita rayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, tertib, dan penuh kedamaian," imbaunya.
Terkait musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Bupati Ikram menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah telah menyalurkan bantuan sebesar Rp3 miliar.
Selain itu, ASN Pemkab Halteng juga secara sukarela memberikan sumbangan sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada para korban bencana.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Djuanda Laos dalam sambutannya menyampaikan bahwa normalisasi Kali Kobe akan segera dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan guna mencegah banjir yang kerap melanda permukiman warga saat hujan deras.
"Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah akan bekerja sama dengan PT IWIP untuk segera melakukan normalisasi sungai, agar air tidak lagi meluap ke rumah warga," ujar Gubernur Sherly.
Gubernur juga kembali menegaskan arahan Kapolri terkait larangan perayaan kembang api dan euforia berlebihan saat pergantian tahun.
"Merayakan tahun baru boleh, tetapi mari kita awali dengan doa dan rasa syukur, serta tetap menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," katanya.
Gubernur Sherly mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan ASN yang telah menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat senilai Rp3 miliar.
Di sela kegiatan, Gubernur Maluku Utara membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat. Berbagai aspirasi disampaikan warga, mulai dari kebutuhan lahan pemakaman, pembangunan mes IWIP, lapangan sepak bola, bus sekolah, air bersih dan drainase, hingga permintaan tenda dan kursi gereja.
Gubernur Sherly memberikan apresiasi atas berbagai kebijakan pro-rakyat yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.
"Bantuan sembako gratis, insentif masyarakat, hingga listrik gratis menunjukkan bahwa Kabupaten Halmahera Tengah saat ini lebih baik dibandingkan beberapa daerah lain di Maluku Utara," ujarnya.
