Ambon (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara bersama Komunitas Moluccas Coastal Care (MCC) menyerahkan lima unit drop boks botol plastik kepada sejumlah sekolah dan kampus di Kota Ambon, Maluku.
“Penyerahan ini merupakan bagian dari program edukasi lingkungan Zero Waste Warrior yang bertujuan menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dini,” kata General Manager PLN UIW MMU Noer Soeratmoko, di Ambon, Kamis.
Lima drop boks tersebut ditempatkan di SD Kristen Belso A2, SMA Unggulan Siwalima, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Program Studi Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Ambon dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura.
Direktur MCC Teria Salhuteru yang juga koordinator program, menjelaskan drop boks ini berfungsi sebagai tempat pengumpulan botol plastik bekas, khususnya botol air minum kemasan. Botol-botol yang terkumpul kemudian akan disalurkan ke mitra daur ulang.
“Melalui drop boks ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai memilah sampah dari rumah, sekolah, dan kampus. Plastik tidak harus menjadi limbah jika dikelola dengan baik, bisa menjadi bahan baku yang bermanfaat,” kata Teria.
Lebih dari sekadar tempat penampungan, drop boks ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya ekonomi sirkular, pengurangan plastik sekali pakai, dan peningkatan kesadaran lingkungan di tingkat akar rumput.
Setiap botol yang dikumpulkan akan dicatat. Dana hasil penjualannya sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram dan akan digunakan untuk mendukung kegiatan sosial di sekolah atau kampus penerima.
Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, MCC juga menunjuk 5 sampai dengan 6 siswa atau mahasiswa di setiap institusi sebagai Kewang Sekolah/Kampus.
“Mereka bertugas menjaga dan mengontrol penggunaan drop boks sekaligus mengedukasi rekan-rekannya agar membuang botol plastik di tempat yang telah disediakan,” jelasnya.
Sebelum penyerahan drop boks, MCC bersama Komunitas Beta Bank Sampah telah menggelar edukasi Green Action atau aksi hijau yang mencakup, Brand audit sampah, Pemaparan kondisi sampah di Kota Ambon dan Langkah-langkah sederhana dalam mengurangi sampah.
Ia juga menyampaikan manfaat program tersebut yakni, menumbuhkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mendorong budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan pendidikan, memperkuat citra sekolah/kampus sebagai institusi peduli lingkungan serta menjadi sarana praktik nyata untuk program studi atau kegiatan ekstrakurikuler berbasis lingkungan.
Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah plastik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun yang mencemari laut dan lingkungan sekitar. “Semoga langkah kecil ini bisa membawa perubahan besar untuk Ambon yang lebih bersih dan lestari,” ucap Teria.
