Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku menggelar ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha, Tantui, Ambon dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Maluku yang diperingati setiap 19 Agustus.
Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Sadali Ie di Ambon, Senin, memimpin penghormatan kepada arwah para pahlawan kusuma bangsa bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Maluku.
“Ziarah ini adalah momen untuk mengingat dan meneladani semangat, ketulusan, dan patriotisme para pahlawan kita. Tanpa pengorbanan mereka, kita tidak dapat merayakan usia 80 tahun Provinsi Maluku hari ini,” ujar Sadali.
Ia mengatakan ziarah ke makam pahlawan bukan sekadar seremoni rutin menjelang peringatan HUT Provinsi Maluku, tetapi memiliki makna mendalam yang harus terus diwariskan.
“Dengan menundukkan kepala di depan pusara, seluruh peserta diajak untuk merenungi arti kemerdekaan dan menumbuhkan rasa nasionalisme serta cinta Tanah Air,” ucapnya.
Ziarah juga berfungsi sebagai refleksi historis dan spiritual, mengingatkan generasi masa kini bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang dan penuh pengorbanan.
Lebih dari itu, momen ini menguatkan tekad pemerintah dan masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara membangun Maluku yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Sadali menekankan kehadiran generasi muda dalam prosesi ziarah juga penting agar mereka terinspirasi meneladani nilai-nilai kepahlawanan, seperti keberanian, pengorbanan, dan cinta Tanah Air, sehingga semangat juang para leluhur tetap hidup dan menyala di hati setiap anak bangsa.
“Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan mereka, membangun Maluku yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.
Prosesi berlangsung khidmat diawali penghormatan kepada para pahlawan dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, mengenang jasa serta pengorbanan pejuang yang telah gugur demi bangsa dan tanah Maluku.
Usai upacara, Sadali memimpin peletakan karangan bunga di monumen nama-nama pahlawan yang gugur sebagai tanda hormat, dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga ke pusara para pejuang. Tabur bunga juga dilakukan secara bergantian oleh jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD.
