Ambon (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Maluku dan Maluku Utara mencatat realisasi penyerapan gabah petani hingga 23 September 2025 mencapai 1.700 ton setara beras atau 109 persen dari target awal sebesar 1.569 ton.
Pimpinan Wilayah Bulog Maluku dan Maluku Utara Rudy Senawi Tahir mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari langkah jemput bola yang dilakukan tim Bulog yang langsung turun ke lapangan.
“Bulog siap menyerap gabah kering panen petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan atau di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Program ini merupakan bentuk komitmen untuk melindungi petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan,” kata Rudy Senawi di Ambon, Selasa (23/9).
Ia menyebutkan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram oleh Badan Pangan Nasional. Hingga Selasa (23/9), serapan gabah kering panen mencapai 5.898 kilogram.
Rudy juga menambahkan, potensi gabah dari Pulau Buru, Maluku cukup besar dengan estimasi 400 ton. Dari wilayah Kobi, Seram Bagian Timur, berpotensi 200 ton dan Gemba Seram Bagian Barat, 50 ton, sehingga total potensi mencapai 650 ton.
“Selain gabah, Bulog juga akan menyerap hasil panen jagung pipil. Pada 25 September mendatang, diperkirakan ada panen sekitar 8.000 kilogram jagung kering pipil dari lahan dua hektar di Kabupaten Buru,” ujarnya.
Sementara itu, di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terdapat lahan binaan Polri seluas 10 hektare yang juga siap dipanen untuk memenuhi target Bulog Maluku dan Maluku Utara sebesar 750 ton jagung pipil.
Bulog berharap capaian serapan gabah dan jagung ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan daerah, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani agar tetap kompetitif dan menguntungkan.
