Ambon (ANTARA) - Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon mewisuda sebanyak 234 lulusan di periode kedua tahun 2025, sebagai upaya mewujudkan kampus harmoni dan rujukan nasional.
"Periode kedua tahun 2025 kami kembali mewisuda 234 lulusan IAKN Ambon, yang terdiri satu lulusan doktor, 27 lulusan magister dan 208 lulusan sarjana strata satu," kata Rektor IAKN Ambon, Yance Z Rumahuru, di Ambon, Senin.
Ia mengatakan, IAKN sejak diresmikan menjadi Institut, berupaya mewujudkan sebagai kampus yang humanis, toleran, dan harmoni.
Dalam rentang sejarah dan peran pendidikan tinggi di Maluku, memosisikan diri sebagai mitra pemerintah, gereja dan kelompok- kelompok masyarakat, menyiapkan sumber daya manusia handal menjawab tuntutan pembangunan di daerah dan mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa Indonesia.
Sejak tahun 2018, IAKN Ambon menjadi LPTK penyelenggara Sertifikasi Guru Agama Kristen di Indonesia, dan saat ini telah menjadi perguruan tinggi keagamaan rujukan nasional karena predikat akreditasi program studi rata-rata sangat baik dan unggul.
Bahkan pada tahun 2025 ini terdapat dua program studi di Pascasarjana IAKN Ambon yang menjadi rujukan studi bagi penerima beasiswa LPDP di Indonesia, masing-masing: Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen dan Program Studi Magister Musik Gerejawi.
Selain itu, atas penilaian terhadap manajemen dan tata kelola perguruan tinggi, serta sistem penjaminan mutu, yang terpantau melalui porlap Dikti, maka oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), IAKN Ambon ditetapkan menjadi perguruan tinggi di wilayah Maluku dan Maluku Utara yang lolos pantau sehingga tidak lagi mengajukan re akreditasi institusi.
Ia menyatakan, tahun 2025 bertambah satu program studi yang terakreditasi unggul yaitu program studi Teologi. Semua capaian ini menegaskan keberadaan IAKN Ambon, walau berada di Kawasan Timur Indonesia dengan keterbatasan sumber daya, akses, dan kebijakan anggaran tetapi karena komitmen kuat memajukan pendidikan tinggi di negeri.
“IAKN Ambon terus berinovasi dan berkolaborasi memastikan jaminan kualitas penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Maluku, dan program-program yang berdampak bagi masyarakat luas,” katanya.
Ia berharap, 234 cendikia muda yang diwisuda hari ini dapat menjadi pelopor dan agen perubahan untuk kemajuan di berbagai sektor, dalam rangka transformasi masyarakat sebagaimana diharapkan.
“Saya pastikan para wisudawan ini dapat diandalkan sebagai sumber daya pembangunan bangsa Indonesia, sesuai bidang keilmuan dan keterampilan yang dimiliki masing-masing,” kata Rektor.
Untuk itu kepada pemerintah dan stakeholder terkait serta masyarakat luas, kami sebagai perguruan tinggi telah menyediakan tenaga profesional dan handal yang diharapkan,dan mempersembahkan kepada bangsa ini kiranya dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
234 wisudawan diantaranya, 1 lulusan Doktor Pendidikan Agama Kristen, 23 lulusan Magister Pendidikan Agama Kristen, 2 Magister Musik Gerejawi, 48 Sarjana Pendidikan Agama Kristen, 22 Sarjana Bimbingan Konseling Kristen.
Kemudian, 33 Sarjana Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, 14 Sarjana Teologi, 18 Sarjana Pariwisata Budaya dan Agama, 1 Sarjana Pastoral Konseling, sarjana 44 Sarjana Pendidikan Seni Musik, dan 23 Sarjana Musik Gerejawi.
